ACEHINDEPENDENT.COM, Motivasi berasal dari bahasa latin “movere”, yang berarti menggerakkan. Menurut (weiner 1990), motivasi didefinisikan sebagai kondisi internal yang membangkitkan seseorang untuk bertindak, mendorong seseorang untuk mencapai tujuan tertentu, dan membuat seseorang tetap tertarik dalam suatu kegiatan tertentu. Artinya bahwa motivasi adalah suatu perbuatan yang dapat memancing minat dan bakat seseorang dalam melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya menjadi bergerak untuk melakukannya. Sehingga menjadikan perbuatan tersebut sebagai keinginan yang dilakukan atas dasar kesadaran yang dengan sendirinya menjadi suatu yang menyenangkan untuk dilakukan hingga pada akhirnya menjadi kebiasaan. Misalnya motivasi yang diberikan guru kepada peserta didik dalam mengikuti perlombaan pidato, disini guru dapat memberikan motivasi berupa pujian yang meyakinkan peserta didik tersebut untuk berani tampil dengan baik. Dengan pujian yang diberikan guru akan membuat peserta didik semakin bersemangat dalam berlatih.
Menggerakkan seseorang untuk terus berkembang dapat dilakukan secara berlahan dengan cara mengajak untuk melakukan sesuatu yang ingin dikembangkan terkait bakat yang ada padanya misal, kemampuan berpidato. Selain memberikannya sebuah pujian guru juga membuat pendekatan dengan peserta didik tersebut, karena semakin adanya pendekatan antara guru dengan peserta didik, maka akan semakin mudah bagi guru untuk mengetahui akan kelemahan-kelemahan peserta didik dengan demikian guru lebih mudah dalam memberikan bimbingan. Jika kedekatan antara pendidik dengan peserta didik sudah terjalin, maka peserta didik akan merasa nyaman berada didekat guru tersebut dan dengan mudah akan terbuka dalam bercerita untuk mengungkapkan akan kendala apa saja yang dihadapi peserta didik tersebut






