Kepala Posko Wilayah Aceh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Dr. Safrizal ZA, menyampaikan hal tersebut saat meninjau langsung proses rehabilitasi sawah di Desa Blang Cut, Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie, Kamis, 3 September 2026.
Widget Artikel Samping
Menurut Safrizal, Pidie dipilih sebagai lokasi percontohan karena luasan kerusakan relatif lebih kecil dibandingkan sejumlah kabupaten lain yang turut terdampak bencana.
Ia mengatakan, keberhasilan rehabilitasi di Pidie nantinya akan menjadi model yang dapat diajukan kepada Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk diterapkan di daerah lain dengan tingkat kerusakan lebih luas.
Untuk Pidie, Safrizal memastikan target rehabilitasi 95 hektare dapat diselesaikan 100 persen dalam waktu 30 hari. Saat peninjauan dilakukan, pekerjaan di lapangan telah memasuki hari ke-9 dan berjalan lancar.
Selain Desa Blang Cut, rehabilitasi juga sedang berlangsung di Desa Pante Beunot, Kecamatan Tiro, serta Desa Blang Pandak, Kecamatan Tangse.
Percepatan rehabilitasi tersebut mendapat apresiasi dari Satgas Kementerian Pertanian di Aceh, Dr. Drs. Agus Susanto, yang berasal dari Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie, Hasballah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Satgas PRR yang terus turun langsung memantau penanganan dampak bencana di lapangan.
Apresiasi juga disampaikan Keuchik Blang Cut, Rusyidi, S.Pd., karena sawah masyarakat yang sebelumnya tertutup lumpur tebal kini mulai kembali terbuka dan dapat dipersiapkan untuk ditanami.
Rehabilitasi tersebut diharapkan tidak hanya mengembalikan fungsi lahan pertanian, tetapi juga mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian pascabencana.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News