Rakernas yang mengusung tema “Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat” ini diikuti sekitar 2.800 peserta yang terdiri dari para wali kota, wakil wali kota, pejabat pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya. Selama beberapa hari pelaksanaan, berbagai isu strategis mengenai pembangunan perkotaan, penguatan tata kelola pemerintahan, transformasi digital, pengembangan ekonomi lokal, hingga ketahanan lingkungan menjadi fokus utama pembahasan.
Widget Artikel Samping
Tidak hanya menjadi forum diskusi dan pengambilan kebijakan, Rakernas XVIII APEKSI juga diramaikan dengan pelaksanaan Indonesia City Expo (ICE) 2026 yang menjadi etalase keberhasilan pembangunan berbagai kota di Indonesia. Sebanyak 375 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut ambil bagian dalam pameran dan bazar tersebut dengan menampilkan beragam produk unggulan daerah, mulai dari kuliner, kriya, fesyen, hingga produk kreatif lainnya.
Kehadiran ratusan pelaku UMKM menjadi bukti bahwa pemerintah daerah terus memberikan ruang promosi sekaligus memperluas akses pasar bagi usaha lokal. Ribuan pengunjung yang hadir setiap harinya turut memberikan dampak positif terhadap peningkatan transaksi ekonomi selama kegiatan berlangsung.
Pemerintah Kota Medan selaku tuan rumah memperkirakan penyelenggaraan Rakernas XVIII APEKSI mampu mendorong perputaran ekonomi hingga sekitar Rp72 miliar. Angka tersebut berasal dari aktivitas sektor perhotelan, transportasi, restoran, perdagangan, jasa, hingga transaksi yang terjadi selama Indonesia City Expo dan berbagai agenda pendukung lainnya.
Dampak ekonomi tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan agenda nasional tidak hanya memberikan manfaat dari sisi kebijakan pemerintahan, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat secara langsung. Hotel, rumah makan, pusat oleh-oleh, pelaku transportasi, hingga UMKM lokal turut merasakan peningkatan aktivitas selama ribuan peserta berada di Kota Medan.
Pada penutupan Rakernas, seluruh peserta juga menyepakati 10 rekomendasi strategis yang akan menjadi agenda advokasi APEKSI kepada pemerintah pusat. Rekomendasi tersebut diharapkan mampu memperkuat peran pemerintah kota dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan kapasitas fiskal daerah, pembangunan infrastruktur berkelanjutan, pengembangan ekonomi kreatif, hingga percepatan transformasi digital.
Kesepakatan tersebut menjadi bukti kuat bahwa pemerintah kota di seluruh Indonesia memiliki komitmen yang sama untuk membangun daerah yang lebih maju, inovatif, inklusif, dan mampu menghadapi berbagai tantangan global di masa mendatang.
Melalui semangat “Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat”, APEKSI berharap kolaborasi antara pemerintah kota dengan pemerintah pusat semakin erat sehingga berbagai kebijakan yang dihasilkan benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta mendorong pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.
Rakernas XVIII APEKSI 2026 pun diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi antarkota, meningkatkan daya saing daerah, sekaligus menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan demi terwujudnya Indonesia yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera.(**)
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News