Tiga Terduga Pelaku Pungli Diamankan Satgas Premanisme

Personel Satuan Tugas Operasi Premanisme Polda Aceh bersiaga di salah satu lokasi wisata saat pelaksanaan patroli rutin yang ditingkatkan (KRYD) (Dok. Humas Polda Aceh)
Widget Artikel Samping

Tujuh Muda-Mudi Pesta Miras dan Seks Diserahkan ke Kejari

Baca Selengkapnya

#Tarif Rp3.000 / orang, tetapi hanya beri satu tiket untuk setiap kendaraan

acehindependent.com— Satuan Tugas Operasi Premanisme Polda Aceh mengamankan tiga orang yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) di kawasan wisata dalam kegiatan patroli rutin yang ditingkatkan (KRYD). Ketiganya ditangkap di tiga lokasi berbeda karena menarik biaya masuk dan parkir tanpa izin resmi.

Bacaan Lainnya

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, mengatakan ketiga pelaku diamankan pada Sabtu (10/5), saat petugas melakukan patroli ke sejumlah titik wisata yang rawan praktik premanisme.

“Ada tiga orang yang berhasil diamankan dalam kegiatan KRYD yang menyasar aksi premanisme. Rinciannya, satu orang di lokasi wisata Ujong Batee, satu orang di Alue Naga, dan satu lagi di kawasan wisata Syiah Kuala,” kata Joko dalam keterangan tertulis, Senin (12/5).

Menurut dia, para terduga pelaku memungut uang dari pengunjung dengan dalih biaya masuk atau parkir, namun tidak menggunakan tiket resmi dan tidak diketahui oleh pihak desa.

Di Ujong Batee misalnya kata dia, mereka menetapkan tarif Rp3.000 per orang, tetapi hanya memberikan satu tiket untuk setiap kendaraan.

Joko menyebutkan, setelah diamankan, ketiganya dibawa ke Mapolda Aceh untuk didata dan diberikan pembinaan. Mereka juga diminta menandatangani surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.

“Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Polda Aceh dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat, khususnya di kawasan wisata. Kami akan terus menindak segala bentuk praktik premanisme dan pungli yang meresahkan,” ujar Joko.

Ia menambahkan, pengaduan dari masyarakat terkait pungutan liar di lokasi wisata belakangan ini meningkat. Karena itu, patroli dan kegiatan razia akan terus digencarkan oleh pihaknya, terutama pada akhir pekan dan hari libur.

“Personel kami rutin melaksanakan patroli, razia, dan sambang ke titik-titik rawan. Ini merupakan upaya untuk mencegah aksi premanisme maupun gangguan kamtibmas lainnya agar masyarakat merasa aman dan nyaman,” ucapnya.

Joko juga mengimbau agar masyarakat untuk tidak ragu melapor jika menemukan praktik serupa. Laporan bisa disampaikan melalui Call Center 110, yang aktif 24 jam dan bebas pulsa dengan identitas pelapor dijaga kerahasiaannya.

Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga-Liga Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

Pos terkait