Tuanku Muhammad Ajak Generasi Muda Banda Aceh Jadi Pelopor Perang Melawan Narkoba

Ketua Fraksi PKS DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, S.Pd.I., M.Ag., mengajak generasi muda menjadi pelopor gerakan anti narkoba dalam momentum Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026.

BANDA ACEH – Momentum peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 dimanfaatkan Ketua Fraksi PKS DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, S.Pd.I., M.Ag., untuk mengajak seluruh generasi muda menjadi garda terdepan dalam memerangi penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, masa depan Aceh dan Indonesia akan sangat ditentukan oleh kualitas generasi muda yang sehat, cerdas, berkarakter, dan bebas dari pengaruh narkotika.

Tuanku Muhammad menegaskan, perang melawan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Upaya pemberantasan harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga, kemudian diperkuat melalui sekolah, kampus, komunitas, tempat ibadah, hingga ruang digital yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan generasi muda.

Bacaan Lainnya
Ads

“Ancaman narkoba saat ini semakin kompleks. Bukan hanya melalui pergaulan langsung, tetapi juga melalui dunia digital yang begitu mudah diakses. Karena itu, anak muda harus memiliki keberanian untuk mengatakan tidak terhadap narkoba dan memilih jalan yang membawa mereka kepada prestasi serta masa depan yang lebih baik,” ujar Tuanku Muhammad kepada media ini, Sabtu (27/6/2026).

Menurutnya, perkembangan teknologi memberikan banyak peluang sekaligus tantangan. Di satu sisi, teknologi mampu membuka akses terhadap ilmu pengetahuan dan kreativitas. Namun di sisi lain, ruang digital juga dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk mempengaruhi generasi muda dengan berbagai konten negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba.

Oleh sebab itu, ia mengingatkan pentingnya membangun kesadaran sejak dini agar generasi muda memiliki benteng moral, keimanan, dan karakter yang kuat sehingga tidak mudah terpengaruh oleh berbagai ajakan yang dapat merusak masa depan mereka.

Sebagai Pembina IMAN (Insan Muda Anti Narkoba), Tuanku Muhammad menilai generasi muda Kota Banda Aceh memiliki modal yang sangat besar untuk menjadi agen perubahan. Nilai-nilai religius yang kuat, budaya yang menjunjung tinggi akhlak, kreativitas, semangat belajar, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi merupakan kekuatan yang harus terus dijaga dan diarahkan kepada hal-hal positif.

“Narkoba tidak pernah menjadi solusi atas persoalan hidup. Sebaliknya, narkoba hanya menghancurkan kesehatan, merusak hubungan keluarga, menghentikan pendidikan, menghilangkan masa depan, bahkan menyeret seseorang ke dalam lingkaran kriminalitas,” tegasnya.

Ia mengingatkan agar para pemuda tidak mudah tergoda dengan ajakan sesaat yang justru dapat menghancurkan cita-cita yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

“Jangan biarkan hanya karena satu pil atau satu paket narkoba, seluruh impian yang telah diperjuangkan sejak kecil hancur begitu saja. Masa depan ditentukan oleh pilihan yang kita ambil hari ini,” katanya.

Lebih lanjut, anggota DPRK Banda Aceh tersebut mendorong anak-anak muda untuk aktif mengembangkan potensi diri melalui berbagai kegiatan yang membangun. Mulai dari olahraga, dakwah, organisasi kepemudaan, kewirausahaan, komunitas kreatif, literasi digital, hingga berbagai aktivitas sosial yang mampu memperkuat karakter sekaligus memperluas jaringan pertemanan yang sehat.

Menurutnya, kesibukan dalam aktivitas positif akan menjadi benteng yang efektif dalam mencegah generasi muda terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba maupun berbagai bentuk kenakalan remaja lainnya.

Selain itu, Tuanku Muhammad menilai pencegahan narkoba merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Pemerintah Kota Banda Aceh, lembaga pendidikan, perguruan tinggi, tokoh agama, tokoh masyarakat, orang tua, organisasi kepemudaan, hingga para konten kreator memiliki peran strategis dalam membangun lingkungan yang aman, sehat, dan ramah bagi tumbuh kembang generasi muda.

Ia berharap kolaborasi lintas sektor terus diperkuat agar edukasi mengenai bahaya narkoba dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, khususnya kalangan remaja dan pelajar yang menjadi kelompok paling rentan terhadap pengaruh penyalahgunaan narkotika.

Momentum Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 yang mengusung tema “Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat Melalui Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045” dinilai menjadi pengingat bahwa cita-cita besar Indonesia Emas hanya dapat terwujud apabila generasi mudanya terbebas dari ancaman narkoba.

Menutup pernyataannya, Tuanku Muhammad menyampaikan pesan kepada seluruh generasi muda agar terus menjaga semangat belajar, berkarya, serta berani mengambil keputusan yang benar demi masa depan yang lebih baik.

“Jadilah generasi yang berani bermimpi, berani berkarya, dan berani mengatakan tidak pada narkoba. Masa depan Aceh dan Indonesia tidak dibangun oleh generasi yang terjerat narkoba, tetapi oleh generasi yang sehat, cerdas, berakhlak mulia, dan penuh prestasi,” pungkasnya.(**)

Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga-Liga Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

Pos terkait