Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi alarm serius terhadap lemahnya perlindungan aset publik. Jika tidak segera ditangani, kondisi serupa akan terus berulang dan mengurangi kualitas ruang publik yang menjadi hak masyarakat.
Widget Artikel Samping
Taman Meuraxa merupakan salah satu ruang terbuka hijau yang menjadi tujuan warga untuk berolahraga, bersantai, dan tempat bermain anak-anak. Oleh karena itu, hilangnya berbagai fasilitas permainan tidak hanya merusak sarana umum, tetapi juga mengurangi kenyamanan dan rasa aman masyarakat.
Untuk mengatasi masalah ini, Tuanku Muhammad meminta Pemko Banda Aceh segera melakukan inventarisasi terhadap seluruh fasilitas yang hilang maupun rusak, mempercepat proses penempatan, serta memastikan seluruh wahana bermain kembali dapat digunakan masyarakat.
Selain pemulihan fasilitas, ia juga mendorong pemerintah memperkuat sistem pengamanan kawasan taman melalui pemasangan kamera pengawas (CCTV) di titik-titik strategis, peningkatan pencahayaan, patroli rutin petugas, hingga evaluasi terhadap sistem pengawasan aset daerah.
Sebagai Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad menegaskan akan mengawal persoalan tersebut agar menjadi perhatian serius pemerintah kota. Ia berharap perbaikan tidak hanya bersifat sementara, tetapi diikuti kebijakan yang mampu melindungi seluruh aset publik secara berkelanjutan.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas umum sebagai bentuk tanggung jawab bersama. Menurutnya, ruang publik yang bersih, aman, dan terawat merupakan cerminan kualitas sebuah kota sekaligus investasi bagi tumbuh kembang generasi muda.
Di akhir pernyataannya pada Jumat (7/8/2026), Tuanku Muhammad berharap Taman Meuraxa dapat segera kembali menjadi ruang publik yang aman, lengkap, dan nyaman sehingga tetap menjadi kebanggaan masyarakat Kota Banda Aceh.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News