Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan apresiasi kepada para Wakil Dekan dan Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana periode sebelumnya atas dedikasi yang telah diberikan. Menurut Rektor, kontribusi mereka menjadi bagian penting dalam perjalanan USK hingga mampu menempatkan kampus ini sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia.
Widget Artikel Samping
Selanjutnya, Rektor berharap para pejabat yang baru dilantik mampu mengoptimalkan seluruh potensi yang ada di unitnya. Mulai dari pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, perluasan kerja sama, pengembangan inovasi, hingga penerapan tata kelola yang efektif, transparan, dan akuntabel.
Pada kesempatan ini, Rektor menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan momentum strategis untuk memperkuat kepemimpinan di tingkat fakultas dan pascasarjana. Dengan lengkapnya struktur kepemimpinan mulai dari universitas, fakultas, hingga Sekolah Pascasarjana, USK memiliki fondasi yang semakin kokoh untuk mempercepat pencapaian target dan visi universitas.
“Karena itu, saya berharap setelah pelantikan tidak ada lagi fase transisi. Seluruh pimpinan harus segera bergerak dalam satu irama, satu semangat, dan satu tujuan, yaitu meningkatkan kinerja fakultas sekaligus memperkuat reputasi USK secara keseluruhan,” ucap Rektor.
Rektor juga menyoroti hal yang menurutnya paling mendesak saat ini, yaitu implementasi Peraturan Rektor Nomor 25 Tahun 2026 tentang Pedoman Perencanaan dan Penganggaran Universitas Syiah Kuala. Ia menjelaskan, dalam regulasi tersebut telah ditegaskan komitmen universitas untuk mengalokasikan 60 persen pagu anggaran kepada fakultas dan Sekolah Pascasarjana, sedangkan 40 persen dikelola di tingkat universitas untuk mendukung berbagai lembaga, direktorat, satuan, UPT, unit bisnis, layanan pendukung, hingga asrama mahasiswa.
Untuk itu, Rektor meminta fakultas melakukan efisiensi dan pengelolaan anggaran secara cermat. “Efisiensi yang dilakukan secara konsisten akan mendorong peningkatan pendapatan universitas, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan melalui remunerasi dosen dan tenaga kependidikan,” ujar Rektor.
Selain dana APBN, Rektor juga menjelaskan bahwa USK memiliki sumber pembiayaan lain melalui Badan Usaha Perguruan Tinggi Negeri (BUPTN). Oleh karena itu, pimpinan fakultas diminta fokus terlebih dahulu pada program yang paling penting dan berdampak, terutama pencapaian indikator kinerja universitas dan peningkatan kesejahteraan sivitas akademika.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News