Banda Aceh — Ruas jalan di Gampong Pango Raya, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, yang mengalami longsor dan amblas akibat hujan deras pada akhir November hingga awal Desember 2025, dipastikan akan segera diperbaiki.
Kerusakan terjadi pada bahu jalan dan saluran drainase, sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan. Apalagi, ruas jalan tersebut merupakan akses vital yang ramai dilalui warga, terutama pada pagi dan sore hari saat aktivitas antar-jemput siswa di SDIT Nurul Ishlah dan sejumlah sekolah lainnya.
Menindaklanjuti laporan masyarakat, Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh sekaligus anggota dewan daerah pemilihan Syiah Kuala–Ulee Kareng, Tuanku Muhammad, langsung berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banda Aceh.
Pihak PUPR pun segera menurunkan tim teknis ke lapangan untuk melakukan pengecekan serta penghitungan tingkat kerusakan. Hasilnya, perbaikan jalan direncanakan mulai dilakukan pada akhir Januari 2026, setelah anggaran perbaikan tersedia.
“Hari ini saya bersama Pak Misqal dari PUPR Kota Banda Aceh turun langsung ke lokasi jalan amblas di Gampong Pango Raya. Insya Allah, jalan ini akan segera diperbaiki, paling lambat akhir Januari,” ujar Tuanku Muhammad saat meninjau lokasi, Rabu (21/1/2026).
Ia menjelaskan, sejak awal kejadian jalan amblas tersebut telah dilaporkan. Namun, karena kondisi anggaran di akhir tahun 2025 belum memungkinkan, perbaikan baru bisa direalisasikan pada awal 2026.
“Alhamdulillah, menurut informasi dari PUPR, kerusakan jalan ini sudah masuk penanganan dan segera diperbaiki,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Tuanku Muhammad juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang sigap melaporkan kerusakan fasilitas umum sebagai bentuk kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana.
Sementara itu, salah seorang warga yang melintas di lokasi menyampaikan apresiasi atas respons cepat Pemerintah Kota Banda Aceh.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pemko Banda Aceh, khususnya PUPR, Pak Tuanku selaku anggota dewan, hingga Wali Kota Banda Aceh Ibu Illiza. Perhatian ini sangat berarti karena jalan ini cukup padat setiap hari. Kalau dibiarkan, tentu sangat menghambat aktivitas warga,” ujarnya.






