Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update
Baca SelengkapnyaACEH INDEPENDENT, Sebanyak 90 peserta di lingkungan Universitas Syiah Kuala (USK) mendapat pembekalan teknis pengelolaan aplikasi Srikandi dan SIKN dalam upaya memperkuat tata kelola administrasi persuratan berbasis digital.
Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Keuangan USK, Dr. Fairuzzabadi, S.E., M.Sc., tersebut bertujuan memperkuat pemahaman teknis peserta dalam pengelolaan administrasi persuratan melalui aplikasi Srikandi dan SIKN di Banda Aceh, 20 Agustus 2026.
Adapun yang menjadi pemateri pada kegiatan ini adalah Arsiparis Ahli Madya Deputi Bidang Sistem dan Informasi Kearsipan Nasional, Harun Maulana, S.Kom., yang menyampaikan materi pengelolaan arsip dinamis pada aplikasi Srikandi. Dilanjutkan oleh Arsiparis Ahli Madya Deputi Bidang Sistem dan Informasi Kearsipan Nasional, Dwi Hening Cipto, S.Sos., dengan materinya Pengelolaan Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN).
Kegiatan bimbingan teknis ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sesungguhnya proses penggunaan aplikasi Srikandi sebagai media aplikasi pengelolaan arsip dinamis dan aplikasi SIKN sebagai media pengelolaan arsip statis.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Pusat Arsip dan Museum, Husni Friady, S.T., M.M., menyampaikan harapannya agar kegiatan surat-menyurat yang selama ini dilakukan oleh peserta dapat didigitalisasikan dengan baik.
“Bisa dikatakan aplikasi Srikandi ini adalah aplikasi untuk mengelola arsip dinamis. Artinya, kalau pada tahun 2026 ini kita berkomitmen untuk menjalankan Srikandi, maka 2 tahun ke depan ada arsip-arsip yang sifatnya statis itu sudah terdigitalisasi. Ini yang menjadi impian kita sebenarnya untuk digitalisasi arsip di Universitas Syiah Kuala mulai dari aplikasi Srikandi ini,” ucapnya.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Keuangan USK, Dr. Fairuzzabadi, S.E., M.Sc., dalam sambutannya menegaskan bahwa arsip tidak boleh hanya dipandang sekadar tumpukan dokumen administrasi saja, tetapi juga menjadi memori kolektif pengelolaan kelembagaan kampus.
“Arsip ini tidak hanya bersifat dokumen administratif, tetapi perannya menjadi sangat strategis, karena dia menjadi memori kolektif kelembagaan, menjadi rekam jejak sejarah Universitas Syiah Kuala, sekaligus menjadi alat perlindungan diri bagi kita, ketika saat ada permasalahan-permasalahan hukum dan tata kelola yang kita hadapi, sehingga proses kearsipan yang kita jalankan dengan baik bisa ter-record dan bisa kita panggil kembali, traceability, yang sangat membantu kita untuk melindungi diri dari kelalaian yang berdampak hukum,” katanya.
Selain itu, Fairuzzabadi juga menyampaikan bahwa universitas berharap proses pengembangan kompetensi para pengelola arsip ini dapat terus berjalan dan meningkat sehingga setiap peran peserta semakin baik dalam membantu tata kelola kearsipan di universitas.
“Pimpinan universitas juga mengamanahkan bahwa kita berharap proses pengembangan kompetensi dari para pengelola arsip ini bisa terus berjalan dan meningkat,” ucapnya.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News






