ACEHINDEPENDENT.COM, USK Kembangkan Potensi Wisata Lamreh Berbasis Teknologi dan Ekowisata Berkelanjutan, Tim Pengabdian Masyarakat dari Program Studi Teknik Geofisika Universitas Syiah Kuala (USK) melakukan langkah nyata dalam mendukung pengembangan potensi wisata di Gampong Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar.
Melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Gampong Binaan (PKM-BGB), yang diketuai oleh Ir. Freddy Sapta Wirandha, S.T., M.Eng, USK memperkenalkan konsep smart ecotourism berbasis teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Augmented Reality (AR).Kegiatan sosialisasi PKM-BGB dilaksanakan di Balai Gampong Lamreh ini dihadiri oleh aparatur gampong, tokoh masyarakat, pemuda, serta warga setempat. Program ini melibatkan dua dosen dan sepuluh mahasiswa Teknik Geofisika USK.
Ketua KKN mahasiswa dalam pelaksana PKM-BGB 2025, Ghaza Al Ghazali menyampaikan bahwa program ini juga memberikan pelatihan kepada masyarakat agar mampu menambahkan titik-titik wisata secara mandiri menggunakan aplikasi Geotracker.“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan ekowisata serta memberi edukasi tentang sejarah, geowisata, dan kesiapsiagaan bencana,” ujar Ghaza.
Ke depan, program ini akan berlanjut dengan pengumpulan data lapangan, pelatihan ekowisata, simulasi mitigasi bencana, serta pembangunan dan peluncuran aplikasi Explore Lamreh. Kegiatan ini juga akan melibatkan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) untuk memfasilitasi promosi digital wisata Lamreh.
Plt Keuchik Gampong Lamreh, Khadafi menyambut positif kegiatan ini. Dengan adanya kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat, diharapkan Gampong Lamreh mampu mewujudkan pengelolaan pariwisata berkelanjutan berbasis teknologi, sekaligus meningkatkan perekonomian warga setempat.Karena itulah, dirinya sangat mengapresiasi kehadiran tim dari USK yang membawa konsep pengembangan wisata berbasis teknologi.
“Semoga Gampong Lamreh dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang dikenal luas namun tetap menjaga kelestarian lingkungan dan budaya kami,” ujarnya.






