BANDA ACEH – Anggota Komisi I DPRK Banda Aceh, Iskandar Mahmud, menyoroti maraknya kasus pencurian water meter milik warga serta keterlibatan anak di bawah umur dalam berbagai tindak kriminal yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Politisi Partai Golkar itu mengapresiasi langkah cepat Polresta Banda Aceh dalam melakukan penindakan, sekaligus mengingatkan masyarakat agar lebih waspada dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
Menurut Iskandar, fenomena tersebut tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga berpotensi merusak masa depan generasi muda. Ia berharap masyarakat ikut berperan aktif dalam mencegah aksi balap liar yang biasanya meningkat menjelang Ramadhan, serta pencurian yang melibatkan anak-anak.
“Balap liar bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga membahayakan nyawa pelaku dan pengguna jalan lainnya. Begitu pula dengan pencurian water meter yang merugikan masyarakat luas,” ujar Iskandar, Minggu (1/2/2026).
Ia menekankan pentingnya pengawasan orang tua dan peran tokoh masyarakat dalam menekan angka kenakalan remaja.
Menurutnya, pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga hingga komunitas.
Iskandar juga mengingatkan agar momentum Ramadhan dijadikan ajang memperbaiki diri. Ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif dan memperkuat nilai keagamaan.
“Ramadhan adalah waktu untuk membina akhlak, memperkuat ibadah, dan menjaga ketertiban bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Polresta Banda Aceh telah meningkatkan patroli di sejumlah titik rawan balap liar dan pencurian, serta mengamankan sejumlah tersangka dalam beberapa hari terakhir. Upaya ini diharapkan dapat memberikan efek jera sekaligus menciptakan suasana aman dan kondusif menjelang bulan suci.
Selain peran aparat, masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila melihat aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing.
Kolaborasi antara polisi dan warga dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan kota.
Dengan sinergi seluruh pihak, Iskandar berharap Banda Aceh dapat menyambut Ramadhan dengan suasana damai, tertib, dan penuh keberkahan. Ia menegaskan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi kewajiban bersama seluruh elemen masyarakat. (*)






