Musriadi: Pendidikan Diniyah Fondasi Karakter Generasi Banda Aceh

Musriadi: Pendidikan Diniyah Fondasi Karakter Generasi Banda Aceh
Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Musriadi Aswad, menegaskan pentingnya penguatan Pendidikan Diniyah sebagai fondasi pembentukan karakter, akhlak, dan jati diri generasi muda di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi informasi.
Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Piala Dunia ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

ACEH INDEPENDENT, Banda Aceh – Musriadi: Pendidikan Diniyah Fondasi Karakter Generasi Banda Aceh, Pendidikan karakter kembali menjadi perhatian serius di Kota Banda Aceh. Di tengah derasnya arus globalisasi, kemajuan teknologi informasi, serta perubahan gaya hidup generasi muda, Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Musriadi Aswad, menegaskan bahwa Pendidikan Diniyah harus menjadi salah satu pilar utama dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, keimanan yang kuat, serta identitas budaya dan keislaman yang kokoh.

Menurut Musriadi, tantangan dunia pendidikan saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan beberapa dekade lalu. Kemudahan akses informasi melalui internet dan media sosial memberikan banyak manfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Namun di sisi lain, perkembangan tersebut juga membawa berbagai pengaruh negatif yang dapat mengikis nilai-nilai moral, etika, dan budaya apabila tidak diimbangi dengan pendidikan karakter yang kuat sejak dini.

Bacaan Lainnya
Ads
Widget Artikel Samping

“Generasi Banda Aceh harus tumbuh menjadi generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan berakhlak mulia. Karena itu, Pendidikan Diniyah dan muatan lokal memiliki peran yang sangat strategis dalam sistem pendidikan kita,” kata Musriadi, Sabtu (4/7/2026).

Ia menilai, keberhasilan pendidikan tidak semestinya hanya diukur melalui capaian nilai akademik ataupun prestasi di bidang sains dan teknologi. Pendidikan sejatinya juga harus mampu melahirkan pribadi yang jujur, bertanggung jawab, disiplin, memiliki kepedulian sosial, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Musriadi menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Banda Aceh sebenarnya telah memiliki landasan hukum yang kuat dalam penyelenggaraan Pendidikan Diniyah, yakni melalui Qanun Kota Banda Aceh Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pendidikan Diniyah.

Qanun tersebut mengatur pelaksanaan Pendidikan Diniyah sebagai bagian dari sistem pendidikan dasar yang bertujuan menanamkan aqidah Islam yang benar, membentuk akhlak mulia, meningkatkan kemampuan membaca, memahami, serta mengamalkan Al-Qur’an, sekaligus membangun generasi yang memiliki kepribadian Islami.

Menurutnya, keberadaan qanun tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh dalam memperkuat pendidikan karakter yang sejalan dengan kekhususan Aceh sebagai daerah yang menjalankan Syariat Islam.

“Keberadaan qanun ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh dalam membangun pendidikan karakter yang selaras dengan kekhususan Aceh sebagai daerah yang menjalankan Syariat Islam,” ujarnya.

Meski demikian, Musriadi mengakui bahwa implementasi Pendidikan Diniyah di lapangan masih memerlukan berbagai penyempurnaan agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh seluruh peserta didik.

Berdasarkan hasil Evaluasi Pelaksanaan Pendidikan Diniyah Tahun 2025, masih terdapat sejumlah tantangan yang harus segera dibenahi. Di antaranya adalah belum tersedianya kurikulum yang baku sebagai acuan bersama, perlunya regulasi teknis sebagai aturan turunan dari qanun, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, hingga penguatan sistem pembinaan, monitoring, dan pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut.

Meskipun masih menghadapi berbagai tantangan, hasil evaluasi juga menunjukkan bahwa Pendidikan Diniyah telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman keagamaan peserta didik. Selain itu, pendidikan ini dinilai mampu memperkuat pembentukan akhlak dan karakter siswa di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

“Ini menjadi pekerjaan bersama agar implementasi Pendidikan Diniyah semakin berkualitas, memiliki standar yang sama di seluruh sekolah, dan mampu memperkuat pendidikan karakter generasi muda,” katanya.

Musriadi juga menegaskan bahwa Pendidikan Diniyah tidak dapat dipisahkan dari pelaksanaan muatan lokal di sekolah. Menurutnya, muatan lokal bukan sekadar pelajaran tambahan, tetapi menjadi instrumen penting dalam menjaga identitas daerah sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya Aceh yang berpadu dengan ajaran Islam.

Baginya, karakter masyarakat Aceh yang religius merupakan warisan yang harus terus dijaga melalui dunia pendidikan. Karena itu, pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman harus terus diperkuat agar generasi muda tetap memiliki jati diri di tengah pengaruh budaya luar yang semakin terbuka.

“Muatan lokal bukan sekadar mata pelajaran tambahan, tetapi menjadi media untuk menjaga identitas daerah. Di Aceh, nilai-nilai keislaman merupakan bagian yang menyatu dengan budaya masyarakat. Karena itu, Pendidikan Diniyah harus terus diperkuat sebagai bagian dari muatan lokal,” jelasnya.

Sebagai lembaga legislatif, DPRK Banda Aceh, kata Musriadi, akan terus menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan guna memastikan implementasi Qanun Nomor 4 Tahun 2020 berjalan secara efektif, berkualitas, dan berkelanjutan di seluruh satuan pendidikan.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, ulama, akademisi, hingga orang tua, untuk bersama-sama memperkuat pendidikan karakter sebagai investasi jangka panjang dalam membangun masa depan Banda Aceh.

Menurutnya, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan agar generasi muda tidak hanya menjadi pribadi yang cerdas, tetapi juga memiliki integritas, keimanan, kecintaan terhadap daerah, serta mampu menjadi penerus pembangunan yang membawa Banda Aceh menuju masa depan yang religius, maju, dan bermartabat.

“Keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari lahirnya generasi yang beriman, berakhlak, berintegritas, serta mencintai daerahnya. Pendidikan Diniyah merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan masa depan Banda Aceh yang religius, maju, dan bermartabat,” tutup Musriadi.

Ikuti acehindependent di Google News

Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.

Buka Google News

Pos terkait