Prediksi Paling Akurat Piala Dunia ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update
Baca SelengkapnyaACEH INDEPENDENT, BANDA ACEH – Irwansyah Lepas Dua Tim Usia Dini, Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, secara resmi melepas keberangkatan dua tim sepak bola usia dini asal Banda Aceh yang akan mewakili Aceh pada ajang nasional Festival Piala Presiden 2026 di Kota Yogyakarta. Pelepasan tersebut berlangsung di Rumah Dinas Ketua DPRK Banda Aceh, Sabtu (4/7/2026), dalam suasana hangat, penuh semangat, dan kekeluargaan.
Dua tim yang dilepas adalah SSB Barona yang akan bertanding di kategori U-12 dan Lambuk Football Academy (FA) yang akan berlaga di kategori U-10. Keduanya berhasil mengamankan tiket ke putaran nasional setelah tampil sebagai juara pada kompetisi tingkat Provinsi Aceh.
Acara pelepasan dihadiri oleh jajaran manajemen tim, pelatih, para pemain, serta orang tua yang turut memberikan dukungan kepada anak-anak mereka. Sebelum keberangkatan, Irwansyah menyempatkan diri berbincang dengan para pemain, memberikan motivasi, sekaligus membangkitkan rasa percaya diri agar mampu tampil maksimal di tingkat nasional.
Dalam sambutannya, Irwansyah menegaskan bahwa keikutsertaan kedua tim tersebut bukan sekadar mengikuti sebuah turnamen, tetapi juga membawa amanah besar sebagai wakil Kota Banda Aceh dan Provinsi Aceh.
“Anak-anak sekalian bukan hanya membawa nama tim masing-masing, tetapi juga membawa nama Banda Aceh dan Aceh. Karena itu bermainlah dengan penuh semangat, disiplin, dan rasa tanggung jawab,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa kemampuan teknis saja tidak cukup untuk meraih kemenangan. Menurutnya, faktor mental, disiplin, dan kemampuan menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan menjadi kunci utama dalam meraih prestasi.
Irwansyah menekankan agar para pemain tidak cepat puas meski sudah unggul dalam pertandingan. Ia meminta seluruh pemain tetap fokus hingga wasit meniup peluit panjang sebagai tanda pertandingan benar-benar berakhir.
“Kalaupun nanti sudah unggul dengan selisih gol yang besar, jangan sampai kehilangan konsentrasi. Lawan akan terus berusaha memanfaatkan setiap kelengahan. Banyak pertandingan yang berubah hanya karena pemain lengah di menit-menit akhir,” katanya.
Menurutnya, dunia sepak bola telah berkali-kali memperlihatkan bagaimana sebuah tim yang terlihat hampir pasti menang justru gagal mempertahankan keunggulan akibat kehilangan fokus.
Karena itu, ia meminta seluruh pemain selalu mematuhi instruksi pelatih, menjaga komunikasi antarpemain, dan tidak mudah terpancing emosi selama pertandingan berlangsung.
“Fokuslah sampai peluit akhir dibunyikan. Dengarkan arahan pelatih dan jangan pernah menganggap pertandingan selesai sebelum benar-benar selesai,” pesannya.
Dalam kesempatan itu, Irwansyah juga mengajak para pemain mengambil pelajaran dari berbagai pertandingan besar dunia yang memperlihatkan pentingnya menjaga konsentrasi hingga detik terakhir pertandingan.
Selain menyoroti aspek teknis permainan, Ketua DPRK Banda Aceh itu juga memberikan pesan moral kepada seluruh pemain agar menjunjung tinggi nilai sportivitas.
Ia mengatakan, kemenangan memang menjadi target setiap tim, namun sikap yang baik, menghormati lawan, wasit, pelatih, dan sesama pemain merupakan karakter yang harus dimiliki setiap atlet sejak usia dini.
Menurutnya, pemain muda boleh memiliki idola dalam dunia sepak bola, baik di tingkat nasional maupun internasional. Namun, mengidolakan seseorang tidak boleh menjadi alasan untuk merendahkan pemain lain.
“Silakan punya pemain idola. Ambillah semangat, disiplin, kerja keras, dan prestasinya. Tetapi jangan menghina, membully, atau merendahkan pemain lain hanya karena berbeda klub atau berbeda idola,” tegasnya.
Ia berharap pendidikan karakter melalui olahraga dapat membentuk generasi muda Aceh yang tidak hanya berprestasi di lapangan, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Irwansyah juga mengapresiasi kerja keras para pelatih, manajemen tim, dan orang tua yang selama ini terus mendampingi proses pembinaan anak-anak hingga mampu menembus kompetisi tingkat nasional.
Menurutnya, keberhasilan SSB Barona dan Lambuk Football Academy menjadi wakil Aceh merupakan hasil dari pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Ia berharap prestasi tersebut dapat memotivasi sekolah sepak bola lainnya di Banda Aceh untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan usia dini.
“Prestasi ini bukan diraih dalam waktu singkat. Ada latihan yang disiplin, pengorbanan para pelatih, dukungan orang tua, dan kerja keras anak-anak. Semua itu patut diapresiasi,” katanya.
Ia optimistis kedua tim mampu memberikan penampilan terbaik selama Festival Piala Presiden 2026 berlangsung. Lebih dari sekadar mengejar gelar juara, Irwansyah berharap para pemain dapat menambah pengalaman bertanding, memperluas persahabatan dengan peserta dari berbagai daerah, sekaligus menjadi bekal untuk mengembangkan karier sepak bola di masa depan.
“Kami semua di Banda Aceh dan Aceh akan terus mendoakan kalian. Bermainlah dengan percaya diri, jaga nama baik daerah, tunjukkan sportivitas, dan berikan penampilan terbaik. Semoga mampu mengharumkan nama Banda Aceh dan Aceh di tingkat nasional,” pungkasnya.
Festival Piala Presiden 2026 di Yogyakarta akan mempertemukan tim-tim sepak bola usia dini terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia. Lambuk Football Academy akan tampil pada kategori U-10, sedangkan SSB Barona akan bersaing di kategori U-12. Keikutsertaan kedua tim tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Banda Aceh sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan sepak bola usia dini di Aceh terus menunjukkan perkembangan yang positif.(**)
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News







