Kembalinya kapal tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat, pelaku usaha, hingga wisatawan yang selama ini mengandalkan jalur laut sebagai akses utama menuju Pulau Weh. Apalagi, momentum musim libur membuat arus penumpang dan kendaraan menuju Sabang terus mengalami peningkatan.
Widget Artikel Samping
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, mengatakan pihaknya telah menerima persetujuan resmi sehingga KMP Aceh Hebat 2 dapat kembali dioperasikan.
“Alhamdulillah, kami baru menerima persetujuan agar Aceh Hebat 2 kembali beroperasi,” ujar Andri, Sabtu (4/7/2026).
Menurutnya, setelah melalui serangkaian proses pemeriksaan, evaluasi, serta pemenuhan berbagai aspek keselamatan pelayaran, kapal tersebut dinyatakan layak untuk kembali mengangkut penumpang dan kendaraan.
Dengan beroperasinya kembali KMP Aceh Hebat 2, kapasitas layanan penyeberangan di lintasan Ulee Lheue–Balohan akan bertambah. Hal ini diharapkan dapat mengurangi antrean kendaraan, mempercepat mobilitas masyarakat, sekaligus memberikan lebih banyak pilihan jadwal keberangkatan bagi para pengguna jasa.
Keberadaan kapal tambahan juga menjadi faktor penting dalam mendukung sektor pariwisata Sabang yang saat ini tengah ramai dikunjungi wisatawan, baik dari dalam maupun luar Aceh. Selama masa liburan, permintaan tiket penyeberangan biasanya meningkat signifikan sehingga tambahan armada sangat dibutuhkan.
Sebelumnya, operasional KMP Aceh Hebat 2 dihentikan setelah terjadi ledakan di ruang mesin saat kapal sedang bersandar di Pelabuhan Balohan, Sabang. Insiden tersebut mengundang perhatian publik karena mengakibatkan sejumlah korban.
Dalam peristiwa itu, beberapa orang mengalami luka-luka, sementara tiga taruna yang menjadi korban akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Pascainsiden, kapal menjalani pemeriksaan menyeluruh dan evaluasi teknis untuk memastikan seluruh sistem kapal memenuhi standar keselamatan sebelum kembali diizinkan beroperasi.
Kembalinya KMP Aceh Hebat 2 diharapkan menjadi solusi atas meningkatnya kebutuhan transportasi laut antara Banda Aceh dan Sabang. Selain memperlancar arus penumpang dan distribusi logistik, operasional kapal ini juga diharapkan mampu memberikan kenyamanan serta rasa aman bagi seluruh pengguna jasa penyeberangan.
Masyarakat pun berharap layanan penyeberangan di lintasan strategis tersebut dapat berjalan semakin optimal, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap pelayaran.(**)
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News