BNPB: Bencana Hidrometeorologi Masih Dominasi Sejumlah Wilayah di Indonesia

Petugas gabungan bersama warga melakukan evakuasi dan penanganan di sejumlah lokasi terdampak banjir serta tanah longsor di berbagai wilayah Indonesia akibat tingginya curah hujan selama masa peralihan musim, Minggu (17/5/2026).
Widget Artikel Samping

Tujuh Muda-Mudi Pesta Miras dan Seks Diserahkan ke Kejari

Baca Selengkapnya

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan serangkaian kejadian bencana hidrometeorologi yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia sejak Sabtu (16/5) hingga Minggu (17/5) pukul 07.00 WIB. Bencana yang didominasi banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem tersebut menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, hingga ribuan warga terdampak.

Berdasarkan data Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi (Dit. Koordalops) BNPB, tingginya intensitas hujan di sejumlah wilayah selama masa peralihan musim menjadi pemicu utama meningkatnya risiko bencana. Kondisi tanah yang jenuh air, meluapnya sungai, serta sistem drainase yang kurang optimal menyebabkan berbagai daerah mengalami dampak serius.

Bacaan Lainnya

Peristiwa paling memilukan terjadi di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Tanah longsor menerjang Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, pada Jumat (15/5) setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Tebing yang longsor menimbun sejumlah warga hingga menyebabkan dua orang meninggal dunia. Sementara tiga warga lainnya berhasil diselamatkan dalam proses evakuasi yang dilakukan tim SAR gabungan.

Petugas gabungan bergerak cepat melakukan pencarian dan evakuasi korban di tengah kondisi tanah yang masih labil. Setelah ditemukan, korban meninggal langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Tragedi ini kembali menjadi pengingat bahwa wilayah perbukitan dengan curah hujan tinggi memiliki potensi longsor yang sangat berbahaya.

Selain longsor di Subang, cuaca ekstrem juga melanda Kota Sukabumi, Jawa Barat. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan kerusakan di sedikitnya tujuh kelurahan yang tersebar di tiga kecamatan. Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Baros di Kecamatan Baros, Kelurahan Tipar di Kecamatan Citamiang, serta Kelurahan Dayeuhluhur, Nyomplong, Benteng, Warudoyong, dan Sukakarya di Kecamatan Warudoyong.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi mencatat sebanyak 12 kepala keluarga atau 36 jiwa terdampak akibat cuaca ekstrem tersebut. Sejumlah rumah mengalami kerusakan dengan kategori ringan hingga sedang. Selain itu, akses jalan dan fasilitas umum juga ikut terdampak sehingga mengganggu aktivitas masyarakat.

Sebagai langkah penanganan awal, BPBD Kota Sukabumi langsung turun ke lapangan untuk melakukan kaji cepat, pendataan kerusakan, serta koordinasi lintas instansi guna mempercepat proses penanganan darurat.

Sementara itu di Kalimantan Tengah, banjir melanda Kabupaten Kotawaringin Timur akibat meluapnya Sungai Mentaya. Tingginya curah hujan di wilayah hulu selama beberapa hari menyebabkan debit air meningkat drastis hingga akhirnya merendam permukiman warga di enam desa yang tersebar di empat kecamatan.

Sebanyak 139 kepala keluarga terdampak dalam peristiwa tersebut. Sedikitnya 122 rumah terendam banjir bersama tiga fasilitas ibadah dan enam fasilitas pendidikan. Wilayah terdampak antara lain Desa Sungai Hanya, Desa Tumbang Mujam, Desa Tumbang Sungai, Desa Tanjung Jariangau, Desa Bawan, dan Desa Kawan Batu.

BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur bersama instansi terkait telah mengerahkan personel ke lokasi terdampak untuk membantu warga, melakukan pendataan, dan menyiapkan langkah penanganan lanjutan. Kondisi banjir di sejumlah titik masih dipantau karena potensi hujan susulan masih cukup tinggi.

Di wilayah Sulawesi Barat, tanah longsor juga menerjang Kabupaten Polewali Mandar tepatnya di Kecamatan Matangnga. Hujan deras selama sekitar empat jam menyebabkan tanah menjadi labil hingga longsor menimpa Desa Katimbang dan Kelurahan Matangnga.

Akibat kejadian ini, sebanyak 80 kepala keluarga terdampak. Longsor juga menyebabkan kerusakan pada lahan persawahan seluas sekitar 51 hektare, merusak fasilitas pendidikan, dan menutup akses jalan utama akibat timbunan material.

Tim Reaksi Cepat BPBD bersama aparat gabungan masih berupaya membuka akses jalan yang tertutup longsor agar mobilitas masyarakat kembali normal. Selain itu, proses pembersihan material longsor di rumah-rumah warga juga terus dilakukan secara bertahap.

Bencana banjir juga terjadi di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan sejumlah sungai meluap hingga merendam kawasan permukiman dan area persawahan warga.

Banjir di Sidrap menjadi salah satu kejadian dengan dampak terbesar karena mencapai 1.260 kepala keluarga atau sekitar 3.790 jiwa terdampak. Sebanyak 1.260 rumah terendam banjir, dua fasilitas pendidikan terdampak, satu tanggul jebol, serta sekitar 17 hektare sawah ikut terendam.

Wilayah terdampak tersebar di Desa Tana Toro dan sejumlah kelurahan di Kecamatan Tellu Limpoe. Aparat gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, dan pemerintah setempat terus melakukan penanganan di lapangan, mulai dari kaji cepat, perbaikan tanggul, hingga membantu proses evakuasi dan kebutuhan warga terdampak.

BNPB mengingatkan bahwa masa peralihan musim saat ini berpotensi meningkatkan frekuensi bencana hidrometeorologi di berbagai daerah. Curah hujan yang tinggi dalam waktu singkat dapat memicu banjir, longsor, hingga cuaca ekstrem yang membahayakan masyarakat.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di kawasan rawan bencana seperti lereng perbukitan dan bantaran sungai. Warga diminta rutin memantau informasi cuaca dari BMKG maupun BNPB serta segera melakukan evakuasi mandiri apabila muncul tanda-tanda bahaya seperti retakan tanah, suara gemuruh, atau kenaikan debit air sungai secara mendadak.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga diminta memastikan sistem peringatan dini berjalan optimal, memperkuat kesiapan jalur evakuasi, menyiapkan logistik darurat, serta terus melakukan edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat guna meminimalisir risiko korban jiwa dan kerugian yang lebih besar.(**)

Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga-Liga Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

Pos terkait