Cucu Sultan Aceh Ziarah Makam Fatahillah, Peringatan 499 Tahun Hubungan Persaudaaran Kesultanan Aceh dan Jayakarta

ACEH – Wilayah Nusantara di masa lalu terdiri dari banyak kerajaan. Setiap pulau memiliki kerajaan tersendiri yang independen, dan merdeka dalam mengelola wilayahnya masing-masing.

Sesama kerajaan di Nusantara saling menjalin hubungan persahabatan dan persaudaraan. Konflik antar kerajaan di Nusantara jarang terjadi, karena wilayah Nusantara sangat luas dengan alam yang hijau dan sumber daya alam yang melimpah.

Bacaan Lainnya
Ads

Nusantara juga menghasilkan komoditi internasional berupa rempah-rempah, yang membuat negara-negara dunia pada zaman itu berbondong-bondong menjalin hubungan dengan kerajaan di Nusantara.

Kerajaan Aceh Darussalam adalah salah satu kerajaan di Nusantara, yang memiliki peran sentral dalam penyebaran Islam ke seluruh Nusantara dan Asia Tenggara.

Banyak ulama besar dari Kerajaan Aceh Darussalam, terutama wilayah Pasai yang datang untuk penyebaran Islam di Nusantara termasuk tanah Jawa.

Salah satunya yang terkenal adalah Fatahillah, Panglima dan Negarawan asal Pasai.

“Fatahillah inilah yang mendirikan Jayakarta pada 22 Juni 1527 , yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya Jakarta”, Kata Cucu Sultan Aceh yang juga pemimpin Darud Donya Cut Putri.

Hal ini disampaikan dalam rangka ziarah Makam Fatahillah di Cirebon, pada Momen Peringatan 499 Tahun Hubungan Kerajaan Aceh dengan Jakarta.

Cukup banyak sumber sejarah yang membahas tentang Fatahillah.

Sumber Portugis mengenalnya dengan dua nama yaitu Tagaril dan Faletehan. Fatahillah disebut berasal dari Aceh bagian Utara atau Pasai. Fatahillah, dianggap sebagai seorang tokoh besar penyebar islam di daerah barat Jawa, yang kemudian menjadi seorang Panglima Perang dan negarawan.

Sejarahwan Husein Djajadiningrat menyebut Fatahilah dengan nama Nurullah, yang bergelar Fadhilah Khan. Nama Khan mencerminkan bahwa Ia berasal dari keturunan bangsawan kerajaan, gelar Khan banyak dipakai di Turki dan India. Khan dalam bahasa Turki berarti Pangeran. Di Pasai juga ada Sultan Malikuzzahir Khan, yang beliau memang keturunan dari para Sultan Pasai.

Fatahillah juga disebut bergelar Syeikh Ibnu Maulana Makhdum. Portugis juga menamakan Fatahilah dengan panggilan Molana ibno Makhdom.
Dalam sumber Cirebon disebut Fatahilah adalah anak seorang ulama besar dari Pasai. Ulama tersebut bernama Makhdum Ibrahim.

Menurut penelitian, di kawasan Samudera Pasai ditemukan situs makam yang nisannya bertuliskan Maulana Qadhi Ibrahim Syarief Bi Inayatillah, yang disinyalir sebagai Ayahanda Fatahilah, sebagaimana tersebut dalam naskah dan Manuskrip.

Artinya Fatahilah dalam darahnya mengalir darah Ahlul Bait keturunan Rasulullah SAW dari Sayyidatina Fatimah dan Ali Bin Abi Thalib. Dari darah inilah mengalir darah kepahlawanan dalam diri Fatahillah.

Fatahilah yang dibesarkan dalam lingkup keulamaan Samudera Pasai, juga menguasai ilmu kemiliteran, dan seni perang tingkat tinggi dari pejuang negeri Pasai yang terkenal tangguh. Hal inilah yang membuat Fatahilah menjadi ulama sekaligus panglima perang terkenal.

Kawasan Samudera Pasai telah membentuk Fatahillah menjadi pribadi yang kuat dan teguh, serta pantang mundur dalam perjuangan menegakkan Islam. Kemegahan namanya bahkan melintasi benua sampai ke negeri Eropa.

Sumber Portugis menyatakan bahwa pada tahun 1521 terdapat seorang penduduk Pasai yang disebut dengan nama Feletehah, yang amat membenci Portugis dan akhirnya pergi ke Mekah.

Di Mekkah Ia menuntut ilmu selama dua atau tiga tahun, dan menjalin hubungan dengan tokoh dunia Islam terutama Turki Utsmani yang sedang bangkit mengalahkan banyak negara Eropa. Dalam perjalanan selanjutnya Ia pun pergi ke Demak. Demak adalah ibukota kerajaan Islam pertama di Jawa, yang didirikan oleh Raden Fatah.

Fatahilah tiba di Demak pada masa pemerintahan Sultan Trenggana. Ia disambut hangat sebagai ulama Aceh yang menuntut ilmu di Mekah. Bahkan Ia kemudian dinikahkan dengan adik Sultan Trenggono, yang juga putri Raden Fatah.

Pada masa Sultan Trenggono Fatahilah menunjukkan kehebatannya sebagai Panglima Perang dan negarawan ulung, Fatahillah berperan langsung dalam memperluas daerah kekuasaan Demak demi penyebaran Islam.

Fatahilah juga mulai bergerak untuk menyerang Portugis di Sunda Kelapa. Perang sengit pun pecah di tahun 1527, kekuatan daya pukul pasukan gabungan kerajaan Demak dan Cirebon pimpinan Panglima Perang Fatahillah dari Aceh akhirnya berhasil menguasai Sunda Kelapa, dan memukul mundur pasukan Portugis.

Sejarah menuturkan bahwa serangan Sunda Kelapa adalah murni perang untuk menghentikan penjajahan oleh kaum barat terhadap tanah jawa, dan hal ini diakui sendiri oleh pihak Portugis.

Terbukti setelah menguasai Sunda kelapa, Fatahilah tidak melarang orang Potugis yang datang untuk berdagang di Sunda Kelapa dan Banten. Sejarawan Belanda Pigeud dan Graaf juga mengatakan, setelah menguasai Sunda Kelapa, Fatahilah bahkan tidak menghalangi pengiriman barang ke Kerajaan Pajajaran.

Karenanya Fatahilah dikenal sebagai pemimpin yang cinta damai. Paska kemenangan tersebut, Fatahillah memimpin kawasan itu. Fatahillah pun mengganti nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta

Dengan direbutnya Jayakarta maka Fatahilah kemudian mulai berdakwah dan menyebarkan Islam di kawasan Jayakarta dan sekitarnya. Fatahilah mengajarkan ilmu keislaman kepada masyarakat Jayakarta terutama melalui keteladanan. Atas usahanya yang tanpa henti akhirnya rakyat berbondong-bondong masuk Islam di Jayakarta, yang merupakan cikal bakal lahirnya Jakarta.

Tanggal hari penaklukan Portugis di Sunda Kelapa oleh putra Aceh Fatahillah, yaitu 22 Juni 1527, kemudian dijadikan hari lahir Jakarta.

Sejak ratusan tahun, sejarah telah mencatatat dengan tinta emas, tentang betapa besar peranan dan perjuangan Aceh dalam mendirikan, membela ,dan membesarkan saudaranya, yaitu Jakarta.

“Tanggal 22 juni bukan hanya hari lahir Jakarta, tapi juga adalah hari Peringatan Hubungan Persaudaraan Antara Kesultanan Aceh dan Jayakarta, persaudaraan yang telah genap berusia 499 tahun, hampir lima abad lamanya”, tutup Cucu Sultan Aceh.

Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga-Liga Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

Pos terkait