ACEH INDEPENDENT, ATLANTA — Spanyol memang dikenal kerap memulai Piala Dunia dengan lambat. Namun, hasil imbang 0-0 melawan Tanjung Verde pada laga pembuka Grup H Piala Dunia 2026 tetap menjadi kejutan besar.
Juara Eropa itu sebenarnya mendominasi pertandingan hampir di semua aspek. Mereka melepaskan 27 tembakan, tujuh di antaranya tepat sasaran, serta mencatatkan expected goals (xG) sebesar 2,29. Namun, kokohnya pertahanan Tanjung Verde dan penampilan luar biasa kiper veteran Vozinha membuat La Roja gagal mencetak gol.
Vozinha, yang baru berusia 40 tahun dua pekan sebelum turnamen dimulai, menjadi pahlawan negaranya dengan melakukan tujuh penyelamatan penting sepanjang pertandingan.
Absennya Lamine Yamal Terasa Jelas
Sorotan utama laga ini tertuju pada bintang muda Spanyol, Lamine Yamal.
Meski pelatih Luis de la Fuente telah memastikan sehari sebelumnya bahwa Yamal sudah pulih dari cedera, pemain Barcelona itu hanya memulai pertandingan dari bangku cadangan dan baru masuk pada menit ke-70.
Ketidakhadirannya sejak awal pertandingan sangat terasa. Pada Euro 2024, permainan menyerang Spanyol banyak bertumpu pada kecepatan dan kreativitas Yamal serta Nico Williams di kedua sayap.
Namun kali ini, Williams sedang mengalami penurunan performa, sementara Yamal masih berusaha mengembalikan kondisi terbaiknya setelah cedera yang dialami bersama Barcelona pada April lalu.
Pertanyaan yang selama ini mengiringi peluang Spanyol di Piala Dunia pun kembali muncul:
Seberapa kuat Spanyol tanpa Yamal dan Nico Williams dalam kondisi terbaiknya?
Hasil melawan Tanjung Verde membuat keraguan tersebut semakin besar.
Dominasi Tanpa Hasil
Meski menguasai jalannya pertandingan dan menyelesaikan lebih dari 700 operan, sebagian besar aliran bola Spanyol berjalan ke samping tanpa mampu membongkar pertahanan rapat lawan.
Ferran Torres sempat membentur mistar gawang pada menit ke-39 setelah menerima umpan Marc Cucurella. Peluang lanjutan dari Mikel Oyarzabal juga berhasil digagalkan Vozinha.
Menjelang turun minum, Cucurella kembali menciptakan peluang emas untuk Torres, sementara sundulan Aymeric Laporte masih bisa ditepis sang kiper.
Namun, peluang-peluang tersebut hanya menjadi momen sporadis dalam pertandingan yang berlangsung frustratif bagi Spanyol.
Yamal Mengubah Permainan
Ketika Yamal akhirnya masuk bersama Mikel Merino pada 20 menit terakhir, suasana stadion langsung berubah.
Pemain berusia 18 tahun itu langsung memberikan dampak instan. Sentuhan pertamanya menghasilkan upaya melewati pemain lawan dan menciptakan peluang untuk Merino.
Energi baru langsung terasa dalam permainan Spanyol, tetapi waktu yang tersisa terlalu sedikit untuk mengubah hasil akhir.
Nico Williams bahkan baru masuk pada menit ke-87 dan tidak memiliki cukup waktu untuk memberi pengaruh berarti.
Ironisnya, justru Tanjung Verde yang hampir mencetak gol kemenangan pada masa tambahan waktu ketika sundulan Diney Borges dari situasi sepak pojok mengarah ke gawang sebelum diamankan Unai Simon.
Tanjung Verde Mencuri Perhatian Dunia
Pelatih Tanjung Verde, Bubista, mengaku bangga dengan perjuangan timnya.
“Kami ingin bermain tanpa rasa takut. Semua orang bisa melihat negara kami, tim kami, organisasi permainan kami, keberanian kami, dan daya juang kami,” ujarnya.
Tim yang menjadi salah satu negara dengan populasi terkecil dalam sejarah Piala Dunia itu berhasil menunjukkan disiplin, kerja keras, dan keberanian menghadapi salah satu favorit juara.
Luis de la Fuente Tetap Tenang
Meski gagal meraih kemenangan, pelatih Spanyol Luis de la Fuente menegaskan bahwa timnya tidak perlu panik.
“Begitu Lamine masuk, cara bermain lawan langsung berubah. Itu adalah jumlah menit yang kami rasa aman untuknya. Kami yakin tim akan tampil lebih baik pada pertandingan berikutnya,” kata De la Fuente.
Pelatih berusia 64 tahun itu juga mengingatkan bahwa Spanyol memiliki sejarah kurang meyakinkan pada laga pembuka Piala Dunia.
Pada 2010 mereka kalah di laga pertama tetapi akhirnya menjadi juara dunia. Pada 2014 dan 2018 mereka juga gagal menang pada pertandingan pembuka.
“Kami tetap tenang. Ini turnamen yang panjang. Dalam pikiran kami masih ada tujuh pertandingan lagi yang harus dimainkan,” ujarnya.
Tekanan Meningkat Jelang Hadapi Arab Saudi
Hasil imbang ini membuat tekanan terhadap Spanyol meningkat menjelang pertandingan kedua Grup H melawan Arab Saudi.
Sementara beberapa tim unggulan lain tampil meyakinkan di laga pertama — Jerman menang besar atas Curaçao, Swedia menghancurkan Tunisia, dan Amerika Serikat mengalahkan Paraguay 4-1 — Spanyol justru gagal mencetak gol.
Kini harapan besar tertuju pada pemulihan penuh Lamine Yamal dan kebangkitan Nico Williams agar La Roja kembali menunjukkan kualitas yang membuat mereka datang ke Piala Dunia 2026 sebagai salah satu kandidat kuat juara.







