Menko PMK Pimpin Rakor Darurat Gempa M 7,6, BNPB Bergerak Cepat ke Sulut–Malut

Menko PMK Pratikno memimpin rapat koordinasi penanganan darurat gempa M 7,6 yang mengguncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Kamis (2/4), dengan fokus pada evakuasi korban dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Widget Artikel Samping

Tujuh Muda-Mudi Pesta Miras dan Seks Diserahkan ke Kejari

Baca Selengkapnya

Jakarta – Pemerintah pusat bergerak cepat merespons gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis (2/4) siang. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Darurat guna memastikan langkah tanggap bencana berjalan optimal.

Dalam arahannya, Menko PMK menekankan bahwa keselamatan jiwa menjadi prioritas utama. Ia meminta seluruh jajaran pemerintah pusat dan daerah mempercepat evakuasi korban serta memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, sesuai instruksi Presiden RI.

Bacaan Lainnya

Sebagai tindak lanjut, Menko PMK menginstruksikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, untuk segera menuju lokasi bencana. Langkah ini dilakukan guna memimpin langsung penanganan darurat sekaligus memastikan penyaluran Dana Siap Pakai (DSP) dapat berjalan cepat tanpa hambatan birokrasi.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tektonik tersebut berpusat di laut, sekitar 132 kilometer barat laut Ternate, dengan kedalaman 33 kilometer. Guncangan kuat dirasakan hingga skala V–VI MMI di Ternate dan IV–V MMI di Manado, menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan publik dan permukiman warga.

Di Sulawesi Utara, Gubernur Yulius Selvanus Komaling melaporkan satu korban meninggal dunia serta kerusakan berat pada Gedung Olahraga (GOR) KONI Sario di Manado. Selain itu, kerusakan juga terjadi di salah satu rumah sakit di Manado, termasuk pecahnya kaca ruang ICU dan runtuhnya tembok, sehingga sebanyak 40 pasien harus dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.

Sementara itu, di Maluku Utara, dampak gempa juga cukup signifikan. Kerusakan dilaporkan terjadi di Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate, dengan lima rumah rusak berat, 18 rumah rusak ringan, serta empat bangunan gereja terdampak. Di Kota Tidore Kepulauan, Wali Kota Muhammad Sinen menyebutkan adanya kerusakan rumah warga dan fasilitas pelabuhan. Ribuan warga di Halmahera Barat masih mengungsi ke dataran tinggi setelah sempat adanya peringatan tsunami.

Upaya pencarian dan evakuasi korban terus dilakukan oleh tim gabungan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan. Tim SAR dari Ternate, Manado, dan Gorontalo dikerahkan untuk mengevakuasi korban sekaligus melakukan asesmen terhadap bangunan publik guna memastikan keamanan sebelum masyarakat kembali ke rumah.

Untuk mempercepat penanganan, BNPB menginstruksikan pemerintah daerah segera menetapkan status tanggap darurat. Langkah ini menjadi dasar penyaluran bantuan logistik dan DSP secara cepat dan akuntabel. Selain itu, aktivasi posko tanggap darurat juga dilakukan guna menjamin distribusi kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan pakaian bagi para pengungsi.

Sebagai langkah lanjutan, pemerintah pusat mengerahkan tim gabungan yang dipimpin Kepala BNPB bersama Kepala Basarnas dan BMKG ke wilayah terdampak di Sulawesi Utara dan Maluku Utara guna mempercepat penanganan serta pemulihan pascabencana.(**)

Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga-Liga Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

Pos terkait