Mobil Angkut Logistik untuk Korban Banjir di Aceh Tamiang Masuk Parit

Mobil Angkut Logistik untuk Korban Banjir di Aceh Tamiang Masuk Parit

ACEHINDEPENDENT.COM – Mobil double cabin yang mengangkut logistik sembako terperosok ke parit saat mengantarkan bantuan sosial untuk korban banjir di Desa Gelung, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang.

Pantauan , Pj Bupati Aceh Tamiang, Asra berada di belakang iring-iringan mobil pembawa logistik tersebut ikut turun dan mendorong mobil double cabin yang tergelincir saat hendak memutar balik di jalan sempit.

Bacaan Lainnya

Mobil dari kecamatan itu akan menurunkan bansos di posko sentral pengungsian korban banjir Desa Gelung. Pengemudi tampak kesulitan beberapa kali mengayunkan gas tapi mobil tak beranjak dari parit itu.

Posisi ban belakang makin dalam terbenam lumpur, hingga akhirnya sopir yang membawa Ketua DPRK Aceh Tamiang, Suprianto datang turut membantu.

“Ayo coba kita bantu dorong juga,” ajak Pj Bupati Asra kepada rombongan peninjau banjir.

Berkat kemahiran sopir pimpinan dewan itu, mobil double cabin yang melintang tersebut bisa keluar dari parit, dan mengantarkan bantuan sembako sampai tujuan.

Di tenda pengungsian banjir, Pj Bupati Aceh Tamiang, Ketua DPRK, dan Kadis Sosial, Zulfikar langsung membagikan bantuan kepada perwakilan warga yang sudah menunggu.

“Jadi hari ini kita kasih bantuan dulu untuk masyarakat yang mengungsi, karena untuk mencari nafkah pun mereka kesulitan nyaris terisolir,” kata Asra kepada awak media, Minggu (31/12).

Asra menjelaskan, bantuan sembako itu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari, terutama warga yang mengungsi di dapur umum tenda pengungsian.

“Ini hari kita antarkan hampir 300 paket untuk konsumsi masyarakat selama banjir berlanjut,” ucapnya.

Pj Bupati Aceh Tamiang yang baru dilantik dua hari itu menyatakan, perekonomian masyarakat hancur akibat banjir, persawahan mereka tenggelam dan tidak sedikit petani gagal tanam dan panen.

Untuk itu, Asra akan segera perintahkan dinas pertanian setempat untuk memberi bantuan bibit padi. Karena, dipastikan warga tidak punya modal lagi untuk menanam kembali.

“Jadi begitu menghadapi musim kemarau ke depan mereka bisa bercocok tanam lagi menyambung hidup dari sawah mereka sendiri,” ujarnya.

Kepala Dinas Sosial Aceh Tamiang, Zulfikar alias Ulong menambahkan, bansos yang dikirim ke Desa Gelung sebanyak 200 paket lebih. Bansos tersebut baru tiba dari provinsi lalu disimpan di gudang Dinsos Paya Bedi, Rantau.

“Bansos yang kita saluran berupa paket sembako isinya terdiri dari beras, mie instan, minyak goreng, snack dan baham bumbu dapur,” sebut Ulong.

Menurut Ulong, sejauh ini Pemda Aceh Tamiang sudah dua kali mengirim bantuan ke Desa Gelung yang tedampak banjir akibat tanggul jebol sejak 25 Desember 2023 lalu dan hingga kini air belum surut.

“Pertama bantuan beras yang diambil dari stok Lumbung Sosial program Kemensos RI ada di masing-masing kecamatan. Bantuan kedua hari ini logistik sembako jumlahnya lebih besar lagi. Jadi tidak benar kalau pemuda dibilang belum hadir saat bencana, minimal dari kecamatan setempat lebih dulu merespons,” terang Ulong. (red/habaaceh)

Pos terkait