Tapak Tuan – Pemadaman listrik berskala luas melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Selatan pada Kamis (1/1/2026) dini hari. Gangguan pasokan listrik ini terjadi setelah sebuah kendaraan menabrak tiang Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) di kawasan Gunung Singgersing, Desa Lae Raso, Kecamatan Sultan Daulat, yang mengakibatkan tiang listrik patah dan sistem kelistrikan terganggu secara signifikan.
Insiden tersebut memicu aktifnya sistem pengamanan jaringan listrik PLN secara otomatis, sehingga aliran listrik ke berbagai wilayah langsung terhenti demi mencegah risiko yang lebih besar. Akibatnya, sedikitnya sembilan kecamatan terdampak pemadaman secara bersamaan.
Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kotafajar, Zahlul, menjelaskan bahwa gangguan ini berdampak langsung terhadap pasokan listrik di Kecamatan Kluet Timur, Kluet Selatan, sebagian Kluet Utara, Bakongan, Bakongan Timur, Kota Bahagia, Trumon, Trumon Tengah, serta Trumon Timur. Wilayah-wilayah tersebut mengalami pemadaman sejak dini hari, tak lama setelah kejadian tabrakan terjadi.
“Tiang SUTM yang patah akibat ditabrak kendaraan menyebabkan sistem proteksi jaringan bekerja secara otomatis. Demi keselamatan dan keandalan sistem, aliran listrik harus dihentikan sementara,” ujar Zahlul dalam keterangan resminya.
PLN bergerak cepat menindaklanjuti kejadian darurat tersebut. Sejumlah tim teknis langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan, termasuk pengamanan area, evakuasi material tiang yang rusak, serta manuver sistem jaringan agar pasokan listrik dapat dipulihkan secara bertahap.
Zahlul menegaskan bahwa proses perbaikan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan petugas dan masyarakat sekitar, mengingat lokasi kejadian berada di area rawan dan berisiko. Oleh karena itu, pemulihan tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan melalui tahapan teknis sesuai prosedur keselamatan kerja.
“Kami fokus pada percepatan pemulihan, namun tetap mengedepankan aspek keselamatan. Seluruh personel teknis telah kami kerahkan untuk memastikan gangguan ini dapat segera teratasi,” katanya.
PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat pemadaman listrik mendadak tersebut. Perusahaan pelat merah itu meminta pengertian pelanggan, seraya memastikan bahwa upaya perbaikan terus dilakukan tanpa henti.
Di sisi lain, masyarakat yang berada di sekitar lokasi kejadian diimbau untuk tetap waspada dan tidak mendekati tiang listrik yang rusak atau jaringan yang berpotensi masih bertegangan, guna menghindari risiko kecelakaan listrik.
Sebagai bentuk keterbukaan informasi, PLN mengajak pelanggan untuk memantau perkembangan pemulihan pasokan listrik melalui layanan resmi PLN 123 atau Aplikasi PLN Mobile. Informasi terbaru akan terus diperbarui seiring dengan progres penanganan di lapangan.
Pemadaman ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan berkendara, terutama di wilayah yang memiliki infrastruktur vital seperti jaringan listrik, karena satu insiden dapat berdampak luas terhadap aktivitas dan kenyamanan masyarakat.(**)






