Setibanya di Aceh Tamiang menggunakan helikopter dari Banda Aceh, Mualem melanjutkan perjalanan dengan mobil bak terbuka. Ia duduk di bagian belakang bak pikap sambil mengenakan masker.
Widget Artikel Samping
Di posko pengungsian, Mualem mengatakan Pemerintah Aceh berupaya maksimal memenuhi kebutuhan masyarakat. “Kita usahakan semaksimal mungkin, mana yang dibutuhkan oleh rakyat, kita tetap sediakan. Sembako, obat-obatan, dan lain sebagainya,” ujarnya.
Ia juga menilai bahwa kebutuhan masih sangat besar. “Sangat perlu dan masih kurang (bantuan). Semuanya. Dari A sampai Z kurang semuanya, kecuali sembako yang sudah tersalur merata,” kata Mualem.
“(Bantuan) dari internasional, kita tidak apa, kalau mereka memberi, kita terima. Ini kemanusiaan,” lanjutnya.
Menurut Mualem, pemerintah pusat juga telah membahas langkah lanjutan untuk pemulihan, terutama bagi korban yang kehilangan tempat tinggal. “Kita sudah duduk dengan para menteri dan Presiden. Ini mau difasilitasi mungkin rumah sementara, dan rumah layak huni untuk permanen,” jelasnya.
Menanggapi kerusakan parah di sejumlah titik, termasuk material kayu yang hanyut terbawa arus, Mualem menyebut akan dilakukan evaluasi. “Yang dibawa arus semua kayu, kita akan evaluasi dulu bagaimana langkah yang kita ambil ke depan,” kata dia.[]
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News