BANDA ACEH – Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Dr. Musriadi Aswad, mendorong Pemerintah Kota Banda Aceh untuk menghidupkan kembali deklarasi Basajan (Banda Aceh–Sabang–Aceh Besar) sebagai langkah strategis dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kawasan dan pengembangan industri pariwisata.
Basajan merupakan kerja sama regional yang sebelumnya dideklarasikan pada Juni 2008 di Banda Aceh, bertepatan dengan peringatan HUT ke-803 Kota Banda Aceh. Deklarasi tersebut ditandatangani oleh tiga kepala daerah saat itu, yakni Wali Kota Banda Aceh Mawardy Nurdin, Wali Kota Sabang Munawar Liza Zainal, dan Bupati Aceh Besar Bukhari Daud.
Kerja sama Basajan bertujuan membangun sinergi regional di bidang pariwisata, peningkatan sumber daya manusia, serta pengembangan infrastruktur.
Menurut Musriadi, kemitraan Basajan memiliki nilai historis sekaligus strategis bagi kemajuan ketiga daerah. Ia menilai, kolaborasi tersebut pernah menjadi role model kerja sama antardaerah di Aceh.
“Pemko Banda Aceh perlu menghidupkan kembali dan memperkuat kemitraan Basajan yang pernah menjadi contoh kerja sama regional. Kolaborasi ini sangat relevan untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan daya saing pariwisata Banda Aceh dan sekitarnya,” ujar Musriadi.
Ia menjelaskan, Basajan lahir dari kesamaan visi untuk memadukan potensi masing-masing daerah. Banda Aceh sebagai pusat pemerintahan dan budaya, Sabang sebagai destinasi wisata bahari unggulan, serta Aceh Besar dengan kekuatan alam dan sumber daya manusianya, dinilai dapat membentuk satu kawasan pertumbuhan ekonomi baru yang kuat.
“Basajan didasarkan pada keinginan untuk memajukan daerah secara kolektif. Dengan memadukan potensi masing-masing wilayah, hasil pembangunan tentu akan lebih optimal dibandingkan berjalan sendiri-sendiri,” jelasnya.
Politisi PAN itu menambahkan, penguatan kembali Basajan harus disesuaikan dengan tantangan zaman, terutama dalam pengembangan industri pariwisata modern, ekonomi kreatif, serta pemberdayaan UMKM.
Menurutnya, sinergi lintas daerah sangat penting untuk menarik investor, meningkatkan promosi wisata, dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
“Pengembangan pariwisata tidak bisa dilakukan secara parsial. Harus ada integrasi program, promosi bersama, dan konektivitas infrastruktur antarwilayah Basajan agar wisatawan yang datang ke Aceh dapat menikmati satu paket destinasi yang lengkap,” katanya.
Musriadi juga menegaskan DPRK Banda Aceh siap mendukung setiap kebijakan Pemerintah Kota yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia berharap kemitraan Basajan ke depan tidak hanya menjadi simbol kerja sama, tetapi benar-benar menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi kawasan, sekaligus memperkuat posisi Banda Aceh sebagai pusat wisata Islami dan gerbang utama pariwisata Aceh. (*)






