Pasokan Bio Solar Dihentikan Pertamina, Diduga Penyalahgunaan Barcode

Dugaan Penyalahgunaan Barcode, Salah Satu SPBU di Aceh Jaya Dihentikan Pasokan Bio Solar oleh Pertamina.(Musliadi/metropolis.id)
Widget Artikel Samping

Tujuh Muda-Mudi Pesta Miras dan Seks Diserahkan ke Kejari

Baca Selengkapnya

acehindependent.com—  Salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Aceh Jaya dilaporkan tidak lagi menerima pasokan Bio Solar dari Pertamina.

Dugaan sementara menyebutkan bahwa penghentian pasokan tersebut terjadi karena adanya temuan praktik penyaluran BBM jenis Bio Solar oleh pihak karyawan yang melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan oleh perusahaan pelat merah itu.

Bacaan Lainnya

Sejumlah sopir menyebut, Bio Solar sudah tidak tersedia di SPBU Teunom sejak beberapa hari terakhir sehingga mereka harus mencari ke SPBU lainnya di Aceh Jaya walaupun jarak tempuh yang sedikit jauh.

“Katanya ada mobil yang ketahuan saat sedang mengisi BBM dan diduga akan menjual kembali ke tempat lain, tapi kami juga tidak tahu pasti seperti apa kejadiannya,” ujar seorang sopir yang enggan disebutkan namanya.

Agus, penanggung jawab SPBU Teunom, menyampaikan bahwa pelayanan Bio Solar di SPBU yang dikelolanya telah dihentikan sementara sejak 29 April dan diperkirakan kembali normal pada 13 Mei 2025.

Ia menjelaskan, penghentian ini merupakan bentuk sanksi dari Pertamina atas kesalahan dalam pelayanan pembelian Bio Solar kepada masyarakat.

Menurut Agus, sanksi dijatuhkan karena ada karyawan yang menyalahgunakan barcode Bio Solar dalam proses transaksi.

“Kami pertegas, tidak adanya Bio Solar saat ini bukan karena penangkapan oleh penegak hukum, tetapi karena sanksi dari Pertamina. Insyaallah dalam dua hari ke depan pelayanan akan kembali normal,” ujarnya.

Agus menanggapi kabar yang beredar di masyarakat terkait dugaan penangkapan yang menyebabkan dihentikannya penyaluran Bio Solar.

Ia menyebutkan bahwa isu tersebut sah-sah saja sebagai asumsi, namun tidak terjadi di SPBU Teunom.

“Kemungkinan itu terjadi di SPBU lain. Di tempat kami, sanksi hanya karena pelanggaran oleh karyawan dalam penggunaan barcode,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa karyawan yang terbukti melakukan penyalahgunaan telah dikeluarkan dari SPBU Teunom.

Ke depan, pihaknya akan memperketat pengawasan dalam pelayanan pembelian BBM, terutama untuk BBM subsidi seperti Bio Solar dan Pertalite.

“Kami tidak ingin kejadian serupa terulang karena kelalaian. Ke depan, pelayanan harus tepat sasaran sesuai dengan aturan dari Pertamina,” tegasnya.

Untuk diketahui, penghentian layanan Bio Solar di SPBU Teunom menjadi bahan perbincangan masyarakat dan sopir di wilayah Aceh Jaya.

Akibatnya, dalam dua hari terakhir terjadi antrean panjang kendaraan, terutama dump truck dan kendaraan angkutan lainnya, di beberapa SPBU di kawasan Aceh Jaya seperti SPBU Alue Piet dan dua SPBU di dalam kota Calang.

Sementara itu, masyarakat berharap agar pasokan Bio Solar di wilayah Teunom segera normal kembali, mengingat banyak kendaraan angkutan barang yang bergantung pada bahan bakar tersebut untuk operasional sehari-hari.

Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga-Liga Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

Pos terkait