Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update
Baca SelengkapnyaACEH INDEPENDENT, Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh menyatakan dukungannya terhadap rencana investasi PT APCA Tirta Engineering untuk membangun The New Hotel Aceh di kawasan depan Masjid Raya Baiturrahman.
Rencana tersebut tidak hanya menawarkan pembangunan hotel dengan konsep green building dan green energy, tetapi juga mencakup pengembangan sistem waste management atau pengelolaan sampah di Kota Banda Aceh.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengatakan kehadiran investasi tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat daya tarik Kota Banda Aceh sebagai kota tujuan wisata dan investasi.
Menurut Illiza, Pemko Banda Aceh pada prinsipnya menyambut positif rencana investasi yang ditawarkan PT APCA Tirta Engineering. Namun, dukungan tersebut harus dibarengi dengan perencanaan yang matang, terukur, serta kajian yang komprehensif agar pelaksanaan investasi benar-benar memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat.
“Pemerintah Kota Banda Aceh menyambut baik dan mendukung sepenuhnya agar kerja sama ini dapat terjalin. Kita berharap investasi ini dapat memberikan dampak terhadap peningkatan investasi dan pertumbuhan perekonomian di Kota Banda Aceh,” ujar Illiza, Rabu (30/9).
Ia menilai, investasi di sektor perhotelan yang mengusung prinsip ramah lingkungan dapat menjadi peluang untuk menghadirkan fasilitas akomodasi yang selaras dengan kebutuhan pengembangan pariwisata modern.
Di sisi lain, rencana pengembangan sistem pengelolaan sampah juga dinilai memiliki relevansi dengan kebutuhan Kota Banda Aceh dalam meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.
Namun demikian, sebelum masuk ke tahap pelaksanaan, Pemko Banda Aceh meminta pihak investor menyampaikan dokumen proposal secara lebih rinci. Permintaan tersebut menjadi tindak lanjut dari audiensi yang sebelumnya telah dilakukan antara Pemerintah Kota Banda Aceh dengan PT APCA Tirta Engineering.
Illiza mengatakan, proposal yang lebih detail diperlukan agar pemerintah dapat menilai seluruh aspek investasi secara menyeluruh, mulai dari konsep pembangunan hingga manfaat yang akan diperoleh daerah.
“Proposal yang lebih detail ini penting agar Pemerintah Kota Banda Aceh dapat melihat secara menyeluruh rencana investasi yang akan dilakukan. Khususnya terkait aspek teknis, teknologi, kebutuhan lahan, kapasitas pengolahan, skema pembiayaan dan investasi, keekonomian, manfaat bagi daerah serta skema kerja sama,” kata Illiza.
Menurutnya, kejelasan terhadap berbagai aspek tersebut diperlukan untuk memastikan rencana investasi dapat berjalan sesuai ketentuan sekaligus memiliki manfaat jangka panjang.
Dirancang Terhubung Langsung ke Masjid Raya
Dalam perkembangannya, rencana pembangunan The New Hotel Aceh juga telah dibahas oleh pihak investor bersama pengelola Masjid Raya Baiturrahman.
Illiza mengungkapkan, salah satu usulan yang muncul dalam pembahasan tersebut adalah penyediaan akses penghubung langsung antara hotel dan Masjid Raya Baiturrahman.
Akses tersebut direncanakan menggunakan jalur bawah tanah atau underground, sehingga para tamu hotel nantinya dapat menuju kawasan masjid tanpa harus melintasi jalan umum.
“Pihak masjid meminta agar hotel yang akan dibangun nantinya memiliki akses penghubung langsung ke Masjid Raya Baiturrahman melalui jalur bawah tanah atau underground,” ujar Illiza.
Konsep tersebut, kata dia, ditujukan terutama untuk memberikan kemudahan bagi tamu hotel yang ingin melaksanakan ibadah di Masjid Raya Baiturrahman.
Dengan adanya jalur khusus tersebut, mobilitas tamu hotel menuju masjid diharapkan dapat berlangsung lebih aman dan nyaman tanpa harus keluar terlebih dahulu ke ruas jalan umum.
Selain akses bagi pejalan kaki, pembahasan tersebut juga mencakup fasilitas parkir kendaraan.
Illiza menyebutkan, kendaraan tamu hotel nantinya direncanakan dapat menggunakan area basement Masjid Raya Baiturrahman. Konsep itu masih menjadi bagian dari pembahasan dan perlu dituangkan secara jelas dalam perencanaan teknis investasi.
“Akses tersebut ditujukan untuk memudahkan tamu hotel yang hendak beribadah di Masjid Raya Baiturrahman. Dengan adanya jalur penghubung tersebut, tamu hotel dapat menuju masjid tanpa harus melintasi jalan umum. Selain itu, kendaraan tamu juga bisa diparkirkan di area basement Masjid Raya Baiturrahman,” sebut Illiza.
Pemko Banda Aceh selanjutnya akan menunggu proposal investasi yang lebih lengkap dari pihak PT APCA Tirta Engineering. Dokumen tersebut akan menjadi salah satu bahan bagi pemerintah dalam melihat kelayakan, skema kerja sama, kebutuhan teknis, serta dampak investasi terhadap pembangunan kota.
Rencana pembangunan hotel dengan pendekatan bangunan hijau, penggunaan energi ramah lingkungan, serta pengembangan sistem pengelolaan sampah tersebut diharapkan dapat menjadi investasi yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Dengan posisi yang direncanakan berada di kawasan strategis dekat Masjid Raya Baiturrahman, investasi tersebut juga berpotensi berkaitan erat dengan pengembangan sektor pariwisata, jasa, perdagangan, serta aktivitas ekonomi perkotaan lainnya.
Pemko Banda Aceh menegaskan, seluruh rencana tersebut tetap membutuhkan pembahasan dan perencanaan yang matang sehingga pelaksanaannya kelak dapat berjalan sesuai regulasi serta memberikan manfaat optimal bagi Kota Banda Aceh dan masyarakat.(**)
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News






