ACEH INDEPENDENT, BANDA ACEH – Qube Billiard Resmi Jadi Pusat Pelatihan, Pandangan masyarakat terhadap olahraga biliar terus mengalami perubahan positif. Jika dahulu biliar kerap dipandang hanya sebagai aktivitas hiburan atau sekadar tempat berkumpul, kini olahraga yang mengandalkan ketepatan, strategi, dan konsentrasi tinggi tersebut mulai mendapat tempat sebagai cabang olahraga prestasi yang menjanjikan di Kota Banda Aceh.
Perkembangan tersebut terlihat dari suksesnya pelaksanaan Home Tournament 9 Ball Banda Aceh dan Sekitarnya yang berlangsung pada 13–14 Juni 2026 di Qube Billiard & Cafe, Jalan Angsa, Dusun Mesjid, Batoh, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh. Turnamen yang terselenggara berkat kolaborasi antara Qube Billiard & Cafe dan Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kota Banda Aceh itu mendapat sambutan luar biasa dari para atlet dan pecinta biliar di wilayah Banda Aceh dan sekitarnya. Waktu Minum Kopi yang Bikin Panjang Umur
Selama dua hari pelaksanaan, atmosfer kompetisi berlangsung penuh semangat. Para peserta menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam setiap pertandingan, menghadirkan persaingan yang ketat sekaligus menunjukkan bahwa Aceh memiliki banyak talenta potensial di cabang olahraga biliar.
Owner Qube Billiard & Cafe, M. Raisul Akram, mengaku bangga atas antusiasme peserta dan dukungan berbagai pihak yang turut menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, turnamen ini bukan sekadar ajang mencari juara, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperkenalkan biliar sebagai olahraga yang layak mendapat perhatian lebih besar dari masyarakat. Rekor Pertemuan dan Sejarah Argentina vs Austria
“Jujur, animonya pecah banget. Kami dari Qube Billiard sangat bangga bisa berkolaborasi dengan POBSI Banda Aceh. Acara kemarin bukan cuma soal siapa yang menang, tetapi menjadi bukti nyata bahwa talenta biliar di Aceh sangat banyak dan membutuhkan wadah yang tepat untuk berkembang. Ini merupakan langkah awal yang sangat baik untuk memajukan olahraga biliar di daerah kita,” ujar Raisul, Minggu (21/6/2026).
Ia menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan pembinaan dan kompetisi yang dapat melahirkan atlet-atlet biliar berprestasi. Menurutnya, semakin sering kompetisi digelar, maka semakin besar pula peluang munculnya bibit-bibit unggul yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Kesuksesan turnamen tersebut juga terlihat dari kehadiran sejumlah tokoh penting yang memberikan dukungan langsung terhadap perkembangan olahraga biliar di Banda Aceh. Hadir dalam kegiatan itu Kapolsek Lueng Bata AKP Jufri, S.E., Camat Lueng Bata M. Kharisma, perwakilan Sekretaris KONI Banda Aceh Sarkawi, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Bimpres) KONI Banda Aceh Sahlan, serta Ketua POBSI Banda Aceh M. Iqbal Karamullah.
Kehadiran unsur pemerintah, aparat keamanan, organisasi olahraga, dan komunitas biliar menunjukkan bahwa olahraga ini mulai mendapatkan perhatian serius sebagai salah satu cabang olahraga yang memiliki potensi besar untuk berkembang di Aceh.
Dukungan penuh juga datang dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Banda Aceh. Dalam kesempatan tersebut, perwakilan KONI menegaskan bahwa biliar merupakan cabang olahraga resmi yang membutuhkan kemampuan teknis, konsentrasi tinggi, kecermatan dalam mengambil keputusan, serta ketahanan mental yang kuat.
“Biliar bukan sekadar permainan. Ini adalah olahraga yang menuntut konsentrasi, taktik, strategi, dan pengendalian emosi yang baik. Karena itu, pembinaan harus dilakukan sejak dini agar lahir atlet-atlet muda yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional,” ungkap perwakilan KONI. Rekor Pertemuan dan Sejarah Uruguay vs Cape Verde
Lebih lanjut, KONI Banda Aceh memberikan apresiasi kepada Qube Billiard dan POBSI Banda Aceh yang dinilai telah mengambil langkah konkret dalam mendukung pembinaan atlet. Bahkan, Qube Billiard kini resmi ditetapkan sebagai Pusat Pelatihan Biliar Pertama di Kota Banda Aceh, sebuah pencapaian yang diharapkan menjadi tonggak penting dalam sejarah perkembangan olahraga biliar di ibu kota Provinsi Aceh tersebut.
Penetapan ini diharapkan mampu menjadi pusat pembinaan atlet muda yang berkelanjutan. Dengan adanya fasilitas latihan yang representatif dan dukungan organisasi olahraga yang kuat, Banda Aceh memiliki peluang besar untuk melahirkan atlet-atlet biliar berkualitas yang mampu mengharumkan nama daerah pada berbagai ajang kompetisi.
Para penggiat olahraga berharap, keberhasilan Home Tournament 9 Ball ini dapat menjadi agenda rutin yang terus dikembangkan pada masa mendatang. Selain menjadi sarana kompetisi, kegiatan seperti ini juga berfungsi sebagai ruang silaturahmi, pembinaan, dan peningkatan kualitas atlet. Rekor Pertemuan dan Sejarah Spain vs Saudi Arabia
Seiring meningkatnya minat generasi muda terhadap olahraga biliar, kolaborasi antara pelaku usaha, organisasi olahraga, pemerintah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan ekosistem olahraga yang sehat dan berprestasi.
Melalui turnamen ini, Banda Aceh mengirimkan pesan kuat bahwa biliar bukan lagi sekadar tempat berkumpul atau hiburan semata. Biliar kini hadir sebagai cabang olahraga yang memiliki masa depan cerah, sarana pembinaan generasi muda, serta peluang besar untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu membawa nama Aceh ke panggung nasional bahkan internasional.







