Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update
Baca SelengkapnyaBANDA ACEH – Akhir Juni 2026 akan menjadi momen penting bagi Kepolisian Daerah (Polda) Aceh. Setelah mengabdi puluhan tahun di institusi Kepolisian Republik Indonesia, Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah dijadwalkan memasuki masa purna tugas.
Jenderal bintang dua kelahiran Aceh dan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991 tersebut akan mengakhiri perjalanan panjang kariernya sebagai anggota Polri. Berakhirnya masa jabatan Marzuki Ali Basyah sekaligus membuka peluang munculnya sosok baru yang akan memimpin Polda Aceh dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat di provinsi paling barat Indonesia itu.
Menjelang berakhirnya masa dinas Kapolda Aceh, dinamika internal Polri mulai menjadi perhatian berbagai kalangan. Salah satu isu yang sempat berkembang adalah adanya wacana perpanjangan masa pengabdian Irjen Pol Marzuki Ali Basyah sebagai Kapolda Aceh.
Namun, sejumlah sumber yang mengetahui proses mutasi di lingkungan Polri menyebutkan bahwa peluang tersebut relatif kecil. Selain faktor usia pensiun, kebutuhan regenerasi kepemimpinan dan promosi jabatan bagi perwira tinggi lainnya menjadi pertimbangan penting dalam pengambilan keputusan di tingkat Mabes Polri.
“Wacana perpanjangan memang ada dibicarakan, tetapi peluangnya tidak besar. Biasanya Polri juga mempertimbangkan kebutuhan promosi dan regenerasi,” ujar salah seorang sumber yang mengikuti perkembangan mutasi di tubuh Polri.
Dengan semakin dekatnya masa purna tugas Kapolda Aceh, bursa calon pengganti mulai menghangat. Sejumlah nama perwira tinggi Polri kini disebut-sebut memiliki peluang untuk menduduki jabatan strategis tersebut.
Salah satu nama yang paling sering muncul adalah Wakapolda Aceh, Brigjen Pol Ari Wahyu Widodo. Perwira lulusan Akpol 1995 ini dinilai memiliki peluang cukup besar karena saat ini menjabat sebagai orang nomor dua di lingkungan Polda Aceh.
Pengalamannya mendampingi Kapolda Aceh dalam menjalankan roda organisasi membuat Ari Wahyu Widodo dianggap memahami berbagai persoalan keamanan, sosial, dan politik yang berkembang di Aceh. Selain itu, keberadaannya di jajaran pimpinan Polda Aceh memberikan keuntungan tersendiri karena telah mengenal kultur kerja serta karakteristik wilayah yang menjadi tanggung jawabnya.
Nama lain yang turut masuk dalam radar calon Kapolda Aceh adalah Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Brigjen Pol Dedy Tabrani. Putra daerah Aceh yang merupakan lulusan Akpol 1999 ini memiliki rekam jejak karier yang cukup panjang dan beragam.
Dedy Tabrani pernah menjabat Kapolsek Kuta Alam di Banda Aceh, kemudian dipercaya menjadi Kapolsek Metro Menteng di Jakarta pada masa terjadinya peristiwa teror bom Sarinah yang mengguncang ibu kota pada tahun 2016.
Kariernya terus menanjak dengan menduduki sejumlah jabatan penting sebagai Kapolres di berbagai daerah hingga akhirnya dipercaya memimpin BNN Provinsi Aceh. Pengalaman panjang tersebut menjadi salah satu modal yang membuat namanya diperhitungkan dalam bursa calon Kapolda Aceh.
Selain Ari Wahyu Widodo dan Dedy Tabrani, terdapat pula nama Brigjen Pol Ruddi Setiawan yang saat ini menjabat sebagai Direktur Narkotika BNN Republik Indonesia.
Bagi masyarakat Aceh, Ruddi Setiawan bukanlah sosok asing. Ia pernah bertugas sebagai Direktur Reserse Narkoba Polda Aceh dan dikenal memiliki pengalaman yang kuat dalam penanganan tindak pidana narkotika, salah satu persoalan yang masih menjadi perhatian serius di Aceh.
Pengalamannya di tingkat nasional serta pemahamannya terhadap kondisi Aceh menjadikan Ruddi Setiawan sebagai salah satu figur yang dinilai layak masuk dalam daftar kandidat.
Meski demikian, proses penentuan Kapolda Aceh sepenuhnya berada di tangan pimpinan Polri dan Presiden Republik Indonesia melalui mekanisme mutasi jabatan perwira tinggi. Karena itu, nama-nama yang saat ini beredar masih sebatas prediksi berdasarkan rekam jejak, posisi jabatan, dan kebutuhan organisasi.
Pengamat menilai, siapapun yang nantinya dipercaya memimpin Polda Aceh akan menghadapi tantangan yang tidak ringan. Selain menjaga stabilitas keamanan daerah, Kapolda Aceh juga dituntut mampu membangun sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, ulama, serta berbagai elemen sipil dalam menjaga kondusivitas daerah.
Dalam beberapa tahun terakhir, Aceh dikenal sebagai wilayah yang relatif aman dan kondusif. Karena itu, figur pengganti Irjen Pol Marzuki Ali Basyah diharapkan mampu melanjutkan capaian tersebut sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
Kini, perhatian publik tertuju ke Mabes Polri. Siapa yang akan dipercaya menggantikan Irjen Pol Marzuki Ali Basyah sebagai Kapolda Aceh? Jawabannya diperkirakan akan segera terungkap dalam agenda mutasi dan promosi perwira tinggi Polri menjelang berakhirnya masa tugas sang jenderal putra Aceh tersebut.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News






