“Sakit adalah takdir, tapi berobat adalah ikhtiar”
ACEHINDEPENDENT.COM, Tak Mau Berobat, Berawal dari sakit yang dideritanya bagi sebagian orang, mungkin kondisi itu sudah cukup serius dan perlu segera dibawa ke rumah sakit. Namun, bagi dirinya, hal itu dianggap tidak penting. Rasa ingin sembuh pun seakan tinggal harapan.
Setelah mendapat dorongan dari orang-orang di sekitarnya, akhirnya ia bersedia pergi ke rumah sakit. Sesampainya di sana, pasien langsung ditangani sesuai prosedur. Namun ketika tiba saatnya untuk dipasang infus, pasien menolak. Petugas medis mencoba melakukan pengambilan darah untuk pemeriksaan lebih lanjut, tetapi pasien kembali menolak dengan alasan bahwa sakit yang dialaminya adalah takdir.
Tak Mau Berobat, Pasien bahkan meminta untuk segera pulang. Setelah melalui berbagai pertimbangan medis, pihak rumah sakit akhirnya mengizinkan pasien pulang dengan catatan bahwa rumah sakit tidak bertanggung jawab jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.
Sesampainya di rumah, pasien hanya menjalani pengobatan ringan dan mengonsumsi obat-obatan yang diberikan dokter. Padahal, dalam ajaran agama, setiap penyakit pasti ada obatnya, dan kita dianjurkan untuk berobat sebagai bentuk ikhtiar agar bisa sembuh dan kembali beribadah kepada Allah.
Sakit adalah bagian dari takdir yang tidak bisa dihindari. Namun, tidak ada seorang pun yang menginginkan sakit. Karena itu, janganlah kita pasrah tanpa berusaha. Jika merasa kurang sehat, segeralah berobat baik ke puskesmas maupun rumah sakit sebelum penyakit bertambah parah. Jangan sampai ketika sudah terlambat, barulah dokter berkata, “Kenapa baru sekarang dibawa, sudah parah.”
Wallahu a’lam.






