Tim Seraya USK Bawa Inovasi Herbal Indonesia ke Panggung Internasional

Semangat membawa inovasi sederhana dari alam Indonesia ke panggung internasional mengantarkan Tim Seraya Universitas Syiah Kuala (USK) meraih prestasi membanggakan pada 2nd International Business Plan Competition (IBPC) di Kuala Lumpur, Malaysia, 15-16 Agustus 2026. Tim Seraya berhasil meraih Silver Medal sekaligus Favorite Poster, setelah menyisihkan puluhan tim dari berbagai negara Asia Tenggara, termasuk Malaysia, Indonesia, Singapura, dan negara peserta lainnya. Foto/Istimewa
Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

ACEH INDEPENDENT, KUALA LUMPUR -Semangat membawa inovasi sederhana dari alam Indonesia ke panggung internasional mengantarkan Tim Seraya Universitas Syiah Kuala (USK) meraih prestasi membanggakan pada 2nd International Business Plan Competition (IBPC) di Kuala Lumpur, Malaysia, 15-16 Agustus 2026. Tim Seraya berhasil meraih Silver Medal sekaligus Favorite Poster, setelah menyisihkan puluhan tim dari berbagai negara Asia Tenggara, termasuk Malaysia, Indonesia, Singapura, dan negara peserta lainnya.

Kompetisi yang diselenggarakan oleh Entrepreneurship Factory for Youth Community bersama Majelis Perwakilan Pelajar Universiti Utara Malaysia (MPP UUM) ini mengangkat tema “Youth Innovation in Building Global Sustainable Enterprises.” Tema tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan bagaimana ide bisnis dapat menjawab persoalan nyata sekaligus memiliki potensi untuk berkembang secara berkelanjutan.

Bacaan Lainnya
Widget Artikel Samping

Tim Seraya hadir dengan proposal bisnis berjudul “Seraya: Innovative Herbal Anti Leech Spray for Outdoor Activities.” Produk ini menawarkan semprotan antileech atau antipacat berbasis bahan alami, dengan memanfaatkan bahan-bahan seperti serai, kayu manis, dan kayu putih.

Ide tersebut berangkat dari pengalaman yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat yang beraktivitas di alam. Bagi peneliti lapangan, petani, maupun pecinta alam, pacat dapat menjadi gangguan kecil yang sangat mengusik kenyamanan saat berada di kawasan hutan, perkebunan, atau lingkungan lembap.

“Kami ingin membuat produk yang sederhana, tetapi punya manfaat nyata bagi orang yang sering beraktivitas di alam. Dari situ kami mengembangkan Seraya dengan pendekatan bahan alami dan melihatnya sebagai peluang bisnis yang bisa dikembangkan lebih jauh,” ujar M. Tri Sulthan Nurrahman, Ketua Tim Seraya.

Menariknya, tim ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai bidang keilmuan. Tim Seraya terdiri atas M. Tri Sulthan Nurrahman dan Muhammad Halil dari Teknik Pertambangan, Khalisa Maisura dan Shabrina Colleen Tatiana dari Manajemen, serta Chaera Difarayana dari Biologi. Perpaduan tersebut menjadi kekuatan dalam mengembangkan gagasan, mulai dari aspek produk, sains, hingga strategi bisnis.

Dosen pembimbing Tim Seraya, Ir. Febi Mutia, S.T., M.Sc., mengapresiasi keberanian mahasiswa untuk membawa gagasan lokal ke forum internasional.

“Prestasi ini bukan hanya tentang mendapatkan medali. Yang lebih penting adalaha proses ketika mahasiswa berani mengubah permasalahan sederhana menjadi sebuah gagasan inovatif, kemudian mengemasnya menjadi proposal bisnis dan mempertanggungjawabkannya di hadapan juri intemasional. Itu adalah pengalaman belajar yang sangat berharga,” ungkapnya.

Keberhasilan meraih Favorite Poster juga menunjukkan kemampuan Tim Seraya dalam mengomunikasikan ide bisnis secara visual dan menarik. Sementara Silver Medal menjadi pengakuan atas kualitas gagasan dan presentasi mereka di tengah persaingan internasional yang ketat..

Prestasi Tim Seraya sekaligus memperlihatkan semangat kolaborasi lintas disiplin mahasiswa USK serta keberanian untuk berkompetisi di tingkat global. Dari bahan-bahan alami yang tumbuh di sekitar kita, lahir sebuah gagasan yang kini telah melangkah hingga Kuala Lumpur.

Bagi Tim Seraya, perjalanan ini bukanlah akhir. Medali yang dibawa pulang menjadi pengingat bahwa inovasi besar dapat bermula dari persoalan kecil-dan bahwa mahasiswa Indonesia memiliki kemampuan untuk mengubah ide tersebut menjadi karya yang mampu berbicara di panggung dunia.

USK Berprestasi, USK Mendunia!

Ikuti acehindependent di Google News

Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.

Buka Google News

Pos terkait