Kegiatan yang diikuti puluhan anak tersebut berlangsung interaktif dan penuh antusias. Mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, yaitu Ilmu Hukum, Pendidikan Dokter, Ilmu Keperawatan, Pendidikan Geografi, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, serta Kehutanan, mengajak peserta belajar pentingnya menjaga kebersihan tangan sekaligus memahami langkah-langkah dasar memberikan pertolongan pertama ketika mengalami luka ringan.
Widget Artikel Samping
Dalam kegiatan itu, anak-anak tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak mempraktikkan secara langsung enam langkah mencuci tangan yang benar menggunakan sabun dan air mengalir. Selain itu, mahasiswa turut memperagakan cara membersihkan luka, menghentikan perdarahan ringan, hingga memasang perban dengan benar sebagai bentuk penanganan awal sebelum memperoleh bantuan tenaga kesehatan.
Suasana belajar berlangsung santai dan menyenangkan. Berbagai permainan edukatif dan sesi praktik membuat anak-anak aktif bertanya serta berani mencoba setiap tahapan yang diperagakan oleh mahasiswa.
Salah seorang peserta, Dafran, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan mudah dipahami dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya senang ikut kegiatan ini karena bisa belajar cara mencuci tangan yang benar. Sekarang saya juga tahu bagaimana membersihkan luka kecil kalau saya atau teman sedang bermain,” kata Dafran.
Ketua Kelompok KKN USK Reguler 11, Ari Maulana, mengatakan edukasi kesehatan sejak usia dini merupakan salah satu bentuk investasi untuk menciptakan generasi yang lebih sehat, mandiri, dan peduli terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya mengetahui pentingnya mencuci tangan, tetapi juga memiliki keberanian dan pengetahuan dasar untuk memberikan pertolongan pertama pada luka ringan dengan cara yang benar. Harapannya, kebiasaan baik ini terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dapat ditularkan kepada keluarga maupun teman-teman mereka,” ujar Ari Maulana.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being) melalui peningkatan literasi kesehatan bagi anak-anak di tingkat gampong.
Geuchik Gampong Cut Langien, Muhammad Syahril, S.Pd., mengapresiasi program yang dilaksanakan mahasiswa KKN USK. Menurutnya, edukasi seperti ini sangat bermanfaat karena membekali anak-anak dengan pengetahuan dasar yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN USK. Edukasi seperti ini penting untuk menumbuhkan kesadaran hidup bersih sekaligus mengajarkan anak-anak keterampilan dasar dalam menghadapi keadaan darurat sederhana,” ujarnya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN USK, Muhammad Sayuthi, S.P., M.P., turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program tersebut. Ia menilai Kelompok Reguler 11 di bawah kepemimpinan Ari Maulana mampu menghadirkan kegiatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Materi yang dipilih sangat baik karena memberikan manfaat langsung bagi anak-anak. Saya berharap program-program seperti ini terus dilaksanakan sehingga keberadaan mahasiswa KKN benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Muhammad Sayuthi.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News