Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update
Baca SelengkapnyaACEH INDEPENDENT, JAKARTA — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperketat pengawasan terhadap peredaran kosmetik yang mengandung bahan berbahaya. Pengawasan diperkuat, khususnya terhadap produk yang dipasarkan melalui platform digital.
Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan pihaknya telah mengambil tindakan terhadap sejumlah produk kosmetik yang tidak memenuhi ketentuan dan standar keamanan yang berlaku.
“Ya, itu kan Badan POM telah mengambil keputusan sesuai dengan peruntukannya, sesuai dengan standar yang ada dan kita sudah laksanakan selama ini,” ujar Taruna usai menghadiri rapat terbatas mengenai Koperasi Desa Merah Putih di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Sebagian Kosmetik Berbahaya Sudah Ditemukan
Taruna mengungkapkan bahwa sebagian kosmetik berbahaya memang telah ditemukan beredar di pasaran. Namun, menurutnya, peredarannya secara umum belum meluas.
“Ada, pada umumnya belum. Jadi kita laksanakan tugas kami,” katanya.
Ia juga menyebut sebagian besar produk yang menjadi temuan merupakan produk impor. Kondisi tersebut sejalan dengan dominasi produk impor di pasar kosmetik nasional.
“Ada sebagian. Seperti yang kita ketahui mayoritas produk impor kan, 80% lebih,” ujar Taruna.
Pengawasan Digital Diperkuat
Untuk mencegah peredaran kosmetik ilegal dan berbahaya, BPOM akan meningkatkan edukasi kepada masyarakat sekaligus memperkuat pengawasan dan penegakan hukum.
Selain melakukan pengawasan di lapangan, penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) BPOM akan terus melakukan penindakan terhadap pelaku pelanggaran.
BPOM juga meningkatkan kemampuan intelijen dan keamanan siber untuk memantau perdagangan kosmetik ilegal di ruang digital.
“Di lain sisi kita juga penindakan, PPNS kami turun, serta kita tingkatkan intelligence dan cyber security kita untuk memata-matai semua yang dilakukan, termasuk yang dijual secara online. Karena memang mayoritas yang melanggar ini penjualannya secara online,” katanya.
Kosmetik Berbahaya Mengandung Bahan Kimia Obat
Menurut Taruna, kosmetik berbahaya yang ditemukan umumnya mengandung bahan kimia obat (BKO) yang tidak semestinya digunakan dalam produk kosmetik.
Penggunaan bahan tersebut dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan, terutama jika digunakan tanpa pengawasan dan dalam jangka panjang.
“Dia mengandung bahan kimia obat. Bahan kimia obat dan kita tahu bahan kimia obat bisa berdampak mulai dari atopi kulit sampai dengan tahap kerusakan ginjal dan tentu bisa menyebabkan hal yang lebih parah yaitu cancer atau kanker,” ujar Taruna.
BPOM menegaskan penindakan terhadap kosmetik ilegal dan berbahaya dilakukan sebagai upaya melindungi masyarakat dari risiko kesehatan akibat penggunaan produk yang tidak memenuhi persyaratan keamanan.
“Jadi tentu kita demi kesehatan masyarakat luas, kita bertindak tegas,” tegasnya.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News






