USK Dorong Perubahan Mindset dan Budaya Kerja Melalui Seminar Motivasi

Sekretariat Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar seminar motivasi dan pengembangan diri dengan menghadirkan Aris Budiyanto selaku motivator dari Indosat Ooredoo Hutchison. Kegiatan yang berlangsung di Balai Senat USK ini diikuti oleh tenaga kependidikan di lingkungan Sekretariat Universitas. (Banda Aceh, 4 November 2026). Foto/Istimewa
Widget Artikel Samping

Prediksi Paling Akurat Liga - Liga Asia, Eropa ada di sini! lengkap, tajam, dan bikin kamu selalu update

Baca Selengkapnya

ACEH INDEPENDENT, Sekretariat Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar seminar motivasi dan pengembangan diri dengan menghadirkan Aris Budiyanto selaku motivator dari Indosat Ooredoo Hutchison. Kegiatan yang berlangsung di Balai Senat USK ini diikuti oleh tenaga kependidikan di lingkungan Sekretariat Universitas. (Banda Aceh, 4 November 2026).

Seminar bertema “Pengembangan Diri dan Transformasi Mindset Berbasis Nilai Islam dan Psikologi Modern” tersebut membahas pentingnya membangun pola pikir positif, meningkatkan kapasitas diri, serta menumbuhkan budaya kerja yang lebih baik di lingkungan universitas.

Bacaan Lainnya
Widget Artikel Samping

Sekretaris Universitas USK, Prof. Dr. Nur Fadli, S.Pi., M.Sc., mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya USK mempersiapkan sumber daya manusia dalam menghadapi perubahan status kelembagaan USK menjadi PTN Berbadan Hukum (PTN-BH).

Menurutnya, perubahan status tersebut harus diikuti dengan perubahan pola pikir dan budaya kerja, terutama dalam hal pelayanan. Budaya kerja yang selama ini berjalan perlu disesuaikan dengan tuntutan universitas sebagai perguruan tinggi berbadan hukum.

“USK sedang berada dalam masa transisi PTN-BH. Karena itu, kita berharap pola pikir dan budaya kerja ikut berubah. Pelayanan di lingkungan USK harus semakin baik dan profesional. Hari ini menjadi titik awal bagi kita untuk melakukan perubahan,” ujarnya.

Ia menambahkan, USK telah menjalin kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU) dengan Indosat. Kehadiran Aris Budiyanto diharapkan dapat memberikan pengalaman dan wawasan baru bagi tenaga kependidikan, khususnya dalam hal pengembangan diri, manajemen personalia, dan personal branding.

“Kita berharap dalam lima tahun ke depan akan ada banyak perubahan positif yang terjadi di lingkungan USK,” tambahnya.

Sementara itu, Aris Budiyanto mengajak peserta untuk memahami bahwa masa depan seseorang sangat ditentukan oleh usaha yang dilakukannya saat ini. Ia menyampaikan prinsip “You are the creator of your own destiny”, yang berarti setiap orang memiliki peran dalam menentukan masa depannya sendiri.

Dalam pemaparannya, Aris juga mengutip Surah An-Najm ayat 39 yang menjelaskan bahwa manusia memperoleh sesuai dengan apa yang telah diusahakannya. Ia menekankan bahwa usaha dan kesungguhan harus dilakukan secara konsisten, bukan hanya ketika seseorang sedang mengejar satu pencapaian.

“Masa depan kita adalah apa yang kita lakukan sekarang. Perjalanan tidak berhenti ketika kita sudah mencapai satu tujuan. Masih ada pencapaian lain yang perlu diperjuangkan. Karena itu, bersungguh-sungguh harus dilakukan berulang kali,” jelasnya.

Aris juga menjelaskan pentingnya belajar dalam kehidupan manusia. Menurutnya, belajar bukan hanya untuk bertahan hidup dan beradaptasi, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup, membangun peradaban, serta membentuk karakter.

Ia mengingatkan bahwa pengalaman seseorang memiliki keterbatasan sesuai perjalanan hidupnya. Oleh sebab itu, belajar dari pengalaman orang lain menjadi penting agar seseorang memiliki sudut pandang yang lebih luas.

Dalam kesempatan tersebut, Aris turut membahas konsep growth mindset atau pola pikir bertumbuh. Ia menjelaskan bahwa perubahan pola pikir dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara berulang. Pembentukan kebiasaan baru, menurutnya, membutuhkan konsistensi dan proses latihan, salah satunya dengan membiasakan perilaku positif selama 30 hari.

Ia juga mengingatkan peserta untuk menjaga perkataan dan membangun kebiasaan berpikir positif. Hal-hal yang diucapkan dan dilakukan secara terus-menerus dapat memengaruhi cara seseorang berpikir maupun bertindak.

Ikuti acehindependent di Google News

Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.

Buka Google News

Pos terkait