Program ini diketuai oleh Novi Afrianti, bersama anggota tim Fitra Ridhana, Jufrizal, dan Dewiyuliana serta melibatkan mahasiswa Fakultas Keperawatan USK, yaitu Esma Husna Anandia Harahap, Nesha Putri Aulia, dan Salwa Audrea Safda.
Widget Artikel Samping
Novi mengatakan, kegiatan ini mengintegrasikan pendekatan inovatif di bidang kesehatan dan pertanian, dan pengolahan pangan. Inovasi utama program ini adalah penerapan Gamifikasi Hybrid, yaitu metode pemberdayaan yang menggabungkan aktivitas langsung di masyarakat (offline) dengan dukungan teknologi digital (online).
“Melalui pendekatan ini, masyarakat didorong untuk lebih aktif menerapkan perilaku hidup sehat melalui berbagai tantangan kesehatan, pencatatan aktivitas, pengumpulan poin, pemantauan capaian, dan pemberian penghargaan,” ucapnya.
Adapun aktivitas yang dikembangkan meliputi edukasi pencegahan penyakit kronik, seperti diabetes melitus dan hipertensi, aktivitas fisik bersama, pemantauan kesehatan, konsumsi sayur dan buah, serta keterlibatan masyarakat dalam kegiatan kebun gizi.
Selain inovasi gamifikasi, program ini juga mengembangkan Integrated Nutrition Farming System (INFS) atau sistem pertanian terpadu berbasis pemenuhan gizi. Sistem ini mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan melalui empat komponen utama, yaitu budidaya sayuran dengan teknologi vertikultur, penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA), pengolahan limbah organik rumah tangga menjadi kompos, serta pemanfaatan hasil panen menjadi produk pangan sehat.
Pada aspek produksi pangan, masyarakat mendapatkan pendampingan dalam mengolah hasil kebun menjadi produk bernilai tambah, seperti mie sayur dan minuman dari lidah buaya.
“Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan sayuran lokal, memperluas pilihan pangan sehat keluarga, sekaligus membuka peluang pengembangan usaha produktif berbasis kelompok masyarakat,” ucap Novi.
Dirinya mengungkapkan, keunggulan program ini terletak pada integrasi antara kesehatan dan ketahanan pangan keluarga. Masyarakat tidak hanya diberikan edukasi mengenai pencegahan penyakit kronik, tetapi juga difasilitasi untuk membangun lingkungan yang mendukung perilaku hidup sehat.
Di mana Kebun gizi menjadi sumber pangan keluarga, limbah organik dimanfaatkan kembali sebagai kompos, sedangkan gamifikasi menjadi strategi untuk mempertahankan keterlibatan masyarakat dalam seluruh rangkaian kegiatan.
Pendekatan yang dikembangkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan kesehatan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku melalui pengalaman dan praktik langsung di lingkungan masyarakat.
“Integrasi gamifikasi dan pertanian berbasis gizi diharapkan menjadi salah satu model pemberdayaan yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan menyesuaikan potensi dan kebutuhan lokal,” ujarnya.
Program pengabdian ini didanai oleh Universitas Syiah Kuala melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM USK) dalam Skema PKMBP-TTG Tahun Anggaran 2026.
Tim pengabdian menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada LPPM Universitas Syiah Kuala atas dukungan pendanaan, fasilitasi, dan kepercayaan yang diberikan sehingga program ini dapat dilaksanakan.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pemerintah Gampong Cot Suruy, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Kelompok Wanita Tani Udep Sare, kader kesehatan, serta seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dan mendukung pelaksanaan program.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News