Dalam pertemuan itu, mayoritas warga—terutama kaum ibu—mengeluhkan kondisi ekonomi keluarga yang semakin sulit. Mereka berharap melalui reses ini, aspirasi bisa diperjuangkan agar mendapat solusi dari pemerintah.
Widget Artikel Samping
“Intinya, ibu-ibu menyampaikan kesulitan ekonomi. Mereka yang paling merasakan beban kebutuhan rumah tangga sehari-hari yang sering kali tidak tercukupi,” ujar Aiyub Bukhari, politisi Partai Demokrat tersebut.
Menanggapi keluhan warga, Aiyub menyatakan akan mendorong pemerintah kota untuk memperbanyak program pelatihan, pemberdayaan, dan kegiatan yang bisa mengembangkan potensi masyarakat, khususnya kaum ibu. Selama ini, ia juga rutin memfasilitasi berbagai pelatihan seperti menjahit maupun program pemberdayaan UMKM agar warga memiliki keterampilan dan tambahan penghasilan.
Selain masalah ekonomi, Aiyub juga menyosialisasikan program beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) dari Kemendikbudristek bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Beasiswa ini diberikan untuk siswa SD, SMP, SMA hingga SMTI.
Sejak 2015, Aiyub dipercaya Teuku Rifki Harysa (TRH) sebagai koordinator wilayah Kuta Alam untuk program tersebut. Ribuan anak di kecamatan itu sudah terbantu mengakses beasiswa. Tahun ini, program itu kembali dilanjutkan.
“Jika ada warga yang ingin mengajukan beasiswa dan memenuhi syarat, silakan menghubungi pihak TRH, khususnya di Kecamatan Kuta Alam melalui saya,” pungkas Aiyub.(**)
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News