ACEH INDEPENDENT, Banda Aceh – Harga Cabai hingga Minyak Goreng Naik, Babinsa Lakukan Monitoring di Pasar Ulee Kareng, Dalam rangka memantau perkembangan harga kebutuhan pokok masyarakat, Personel Piket Koramil 09/Ulee Kareng Kodim 0101/Kota Banda Aceh, Sertu Maman, melaksanakan kegiatan pengecekan dan monitoring harga sembako di Pasar Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Senin (22/6/2026).
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI AD melalui aparat kewilayahan dalam membantu pemerintah daerah mengawasi stabilitas harga bahan pokok, serta sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi inflasi di tingkat pasar tradisional.
Dari hasil pemantauan di lapangan, sejumlah komoditas mengalami fluktuasi harga yang cukup bervariasi. Kenaikan paling signifikan terlihat pada komoditas ikan tongkol yang naik menjadi Rp60.000/kg dari harga normal Rp45.000/kg, serta beberapa jenis sayuran dan bumbu dapur yang mengalami kenaikan cukup tajam.
Komoditas cabai menjadi salah satu yang mengalami lonjakan harga cukup tinggi, di antaranya cabai merah yang mencapai Rp60.000/kg dari harga normal Rp25.000/kg, cabai hijau Rp35.000/kg dari Rp20.000/kg, serta cabai rawit Rp45.000/kg dari Rp25.000/kg. Kenaikan ini dipengaruhi oleh keterbatasan stok di tingkat pasokan.
Selain itu, harga wortel juga mengalami kenaikan menjadi Rp16.000/kg dari Rp8.000/kg, bawang putih Rp40.000/kg dari Rp25.000/kg, bawang merah Rp40.000/kg dari Rp25.000/kg, serta gula pasir yang naik menjadi Rp20.000/kg dari Rp14.000/kg. Minyak goreng juga tercatat mengalami kenaikan harga dibandingkan harga normal di pasaran.
Untuk komoditas beras, harga berada pada kisaran Rp15.000/kg dari harga normal Rp11.000/kg, sedangkan tepung terigu naik menjadi Rp12.000/kg dari Rp10.000/kg. Beberapa komoditas lain seperti kacang hijau juga mengalami kenaikan ringan, sementara kacang tanah dan ikan asin relatif stabil.
Di sisi lain, sejumlah kebutuhan seperti gas elpiji 3 kg masih berada pada harga stabil Rp18.000/tabung, demikian pula beberapa komoditas lain yang tidak mengalami perubahan signifikan. Namun, terdapat pula kondisi stok terbatas pada beberapa komoditas seperti telur ayam, yang dilaporkan mengalami kekosongan di lapangan.
Sertu Maman menyampaikan bahwa kegiatan monitoring harga sembako ini akan terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk kontribusi Babinsa dalam mendukung pemerintah daerah menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpantau.
Melalui kegiatan ini, diharapkan informasi perkembangan harga di pasar dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait dalam mengambil langkah-langkah strategis guna menekan laju kenaikan harga serta menjaga daya beli masyarakat.







