Pak Robet seorang warga yang bermukim di desa kecamatan darul imarah mengatakan, banyak warga didesa mereka kehilangan mesin air, kebanyakan korbannya meletakkan mesin diluar.
Widget Artikel Samping
“Jangan taruk mesin air diluar banyak yang hilang, ujarnya,” Ia menambahkan pencuri biasanya dengan gampang menjual kembali barang curiannya dengan harga Rp 300 ribu.
Sementara itu harga baru mesin air merek Shimizu berkisar Rp700 ribu, hal senada juga dirasakan masyarakat yang bermukim di desa lhong Raya, mesin air di salah satu kantor didesa tersebut raib di sikat maling.
Pengamat bernama Zul mengatakan maraknya maling akhir-akhir ini karena dipicu faktor ekonomi, ia mengatakan ekonomi menjadi faktor utama orang berbuat kriminal.
“Nyan hana laen penyebab le pencuri di karenakan, ureng hana peng”, ujarnya disalah satu warkop di Banda Aceh, Kamis (16/7).
Ia menambahkan susahnya kehidupan masyarakat terlihat dari lesunya perputaran ekonomi dan sedikitnya perputaran uang di masyarakat. “Peng abeh dikorupsi makajih abeh susah rakyat”, tutupnya.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News