acehindependent.com, KOTA JANTHO – Warga Aceh Besar melaului pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar memberikan apresiasi kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui Direktorat Pemberdayaan Alternatif Deputi Bidang Dayamas yang telah menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Life Skill bagi masyarakat di kawasan tanaman terlarang di Provinsi Aceh.
“Pemkab Aceh Besar mengapresiasi BNN Pusat yang telah membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pelatihan keterampilan,” ujar Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh Besar, Sofian, SH, mewakili Bupati Aceh Besar saat membuka kegiatan Bimtek di Gampong Luthu Lamweu, Kecamatan Sukamakmur, Selasa (16/9/2025).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 16–18 September 2025, ini diikuti oleh 50 peserta. Mereka mendapat pembekalan keterampilan budidaya jagung. Hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan BNN Provinsi Aceh, Camat Sukamakmur Azhari, SH, M.Si, unsur Forkopimcam, serta para keuchik setempat.
Dalam sambutannya, Sofian menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya pemberdayaan masyarakat. “Bimtek ini bukan hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga perlengkapan dan praktik langsung budidaya jagung. Karena itu, para peserta harus mengikuti dengan sungguh-sungguh agar dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh,” tegasnya.
Sekretaris Gampong Luthu Lamweu, Shiyamusyamsi, menjelaskan bahwa peserta berasal dari empat gampong yang berbatasan dengan Luthu Lamweu. Program ini nantinya akan diaplikasikan pada lahan yang telah disiapkan sebagai lokasi budidaya jagung bantuan BNN. “Budidaya jagung ini akan terus didampingi sejak awal hingga panen. Kita berharap hasilnya bisa berhasil sebagaimana di daerah lain yang sudah mendapat dukungan BNN. Apalagi, kebutuhan jagung di Banda Aceh dan Aceh Besar cukup tinggi,” ujarnya.
Selain pelatihan budidaya, warga Aceh Besar juga menerima materi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang disampaikan oleh Direktur Pemberdayaan Alternatif BNN, Drs. Edi Swasono, MM, serta sosialisasi bahaya narkoba dan praktik langsung dari Tim Dayatif BNN Pusat.
Program budidaya jagung ini merupakan bagian dari akselerasi Asta Cita Presiden Prabowo dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan tersebut.






