ACEH INDEPENDENT – Musibah kebakaran hebat melanda Pondok Pesantren Darul Mukhlasin Asholihin yang terletak di kawasan Desa Lawe Kongker, Kecamatan Lawe Alas, Kabupaten Aceh Tenggara. Peristiwa memilukan tersebut terjadi pada Jumat malam (7/8/2026) sekitar pukul 19.20 WIB. Amukan si jago merah yang berlangsung dalam waktu relatif singkat tersebut menghanguskan sejumlah fasilitas utama milik yayasan pesantren, sehingga berdampak langsung pada aktivitas para santri yang sedang menimba ilmu di lembaga pendidikan keagamaan tersebut. Akibatnya, puluhan santri terpaksa langsung dievakuasi dari lingkungan pondok demi keselamatan jiwa mereka.
Keterangan resmi mengenai peristiwa tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tenggara, Mohd Asbi, pada Sabtu (8/8/2026). Dalam keterangannya, Mohd Asbi membenarkan adanya musibah kebakaran yang melahap bangunan di kompleks Pondok Pesantren Darul Mukhlasin Asholihin. Ia menjelaskan bahwa api merusak sedikitnya empat unit ruangan dengan tingkat kerusakan yang tergolong cukup parah serta menghancurkan satu unit sarana transportasi yang terparkir di area tersebut.
Widget Artikel Samping
Berdasarkan data rincian dari pihak BPBD Aceh Tenggara, fasilitas fisik yang mengalami kerusakan berat mencakup dua unit bangunan asrama putra, satu unit ruangan kelas yang biasa digunakan untuk proses belajar mengajar, serta satu unit bangunan kantin yayasan yang berada di bawah kepemilikan Sarkawi. Tidak hanya bangunan tempat tinggal dan fasilitas belajar, amukan api yang cepat membesar juga membumihanguskan satu unit kendaraan bermotor roda tiga merek Viar yang berada di lokasi kejadian.
Dampak mendalam dari insiden kebakaran ini dirasakan secara langsung oleh sebanyak 36 orang santri yang berada pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Para santri tersebut selama ini menggantungkan aktivitas harian dan tempat tinggal mereka pada fasilitas asrama yang kini telah rata dengan tanah. Meskipun dampak kerusakan material sangat besar, pihak BPBD memastikan bahwa dalam musibah ini tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka. Keberhasilan penanganan awal dan kesiapsiagaan di lokasi membuat seluruh santri serta pengurus pesantren berhasil dievakuasi dengan cepat menuju tempat penampungan yang lebih aman.
Mengenai penyebab pasti munculnya kobaran api, hingga saat ini belum dapat dipastikan secara menyeluruh. Pihak kepolisian setempat masih terus melakukan proses penyelidikan mendalam di tempat kejadian perkara. Namun, berdasarkan penghimpunan informasi awal dan kesaksian dari sejumlah saksi mata yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung, titik awal kemunculan percikan api diduga berasal dari area dalam asrama santri putra. Dari titik awal tersebut, kobaran api dengan sangat cepat membesar dan merembet ke bangunan-bangunan lain yang berada di sekitarnya.
Ketika percikan api pertama kali terlihat membumbung tinggi, situasi di lingkungan pondok pesantren sempat diwarnai kepanikan hebat. Para santri yang panik bersama para pengurus dan warga masyarakat setempat dengan sigap bahu-membahu berupaya melakukan tindakan pemadaman awal. Menggunakan peralatan seadanya, warga dan santri berusaha melokalisir kobaran api agar tidak menyebar lebih luas ke bangunan pemukiman warga atau fasilitas lain, sembari menunggu kedatangan armada pemadam kebakaran yang telah dihubungi.
Upaya penanggulangan kebakaran baru mencapai titik terang setelah tim BPBD Kabupaten Aceh Tenggara secara cepat mengerahkan bantuan armada ke lokasi kejadian. Sebanyak enam unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan secara bertahap untuk menaklukkan kobaran api. Proses pemadaman di lapangan berjalan dengan skema sinergi dan kolaborasi erat antara petugas BPBD, personel kepolisian, anggota TNI, serta partisipasi aktif dari masyarakat sekitar. Berkat kerja keras seluruh pihak di lapangan, amukan si jago merah akhirnya berhasil dipadamkan secara total dan dinyatakan aman pada pukul 20.10 WIB.
Pasca-kebakaran, fokus utama petugas dan pengurus yayasan adalah memastikan kondisi para santri tetap aman dan kebutuhan dasar mereka tercukupi di tempat penampungan sementara. Meskipun seluruh santri dinyatakan selamat tanpa cidera, kerugian materiil yang dialami oleh pihak yayasan akibat hancurnya fasilitas asrama, ruang kelas, kantin milik Sarkawi, serta satu unit kendaraan Viar diperkirakan mencapai nilai yang cukup besar. Hingga kini, tim gabungan terkait masih terus melakukan pendataan mendalam untuk menghitung secara pasti total estimasi kerugian material, sementara pihak berwajib terus mengumpulkan bukti guna mengungkap penyebab utama musibah ini.
Sumber: METROPOLIS.ID — baca artikel asli.
Ikuti acehindependent di Google News
Dapatkan berita acehindependent terbaru dan terpercaya langsung melalui Google News.
Buka Google News